Saturday, November 12, 2016
Masa Sekolahmu kayak gini, you are awesome..
saat kamu nggak hapal bahkan nggak tahu siapa aja anak Hitz di sekolahlu.
nggak tahu tentang gossip atau trending topik apa yang ada di sekolahmu.
tapi kamu punya sahabat sahabat yang bisa saling menerima satu sama lain.
kamu bukan anti sosial.
justru, Selamat.. kamu terselamatkan dari Drama sosial yang tak ada manfaat dan ilmu di dalamnya.
ingat, cuma ikan mati yang mengikuti arus sungai.
jadilah orang yang berprinsip, pegang teguh omongan dan ucapanmu sendiri. jangan biarkan orang lain mudah mempengaruhimu. tapi tetap berpikir terbuka, tentunya selektif dalam informasi juga.
saat kamu punya gaya yang aneh, dan tidak semua orang yang menyukainya.
tapi kamu tidak malu untuk tampil jadi diri sendiri.
kamu tidak memperdulikan omongan dan tawa orang lain terhadapmu.
tapi kamu tetap memegang prinsip tidak melanggar hukum ataupun merugikan orang lain.
kamu bukanlah orang yang Narcisstic.
kamu hanya orang yang tidak malu untuk menjadi diri sendiri dan sadar bahwa bahagia itu ada dari dalam diri.
Monday, October 17, 2016
The Stellarian
The Stellarian
aku tak mengerti itu...
sesuatu itu hanyalah
sekedar limpahan oxitocyn dalam otak
yang ku tak pernah tahu akankah abadi ataukah temporal
kuharap..kuharap..
aku pun tak tahu apa yang kuharapkan
getaranmu mengusik kekakuan ikatan siklik karbon dihatiku
mengubahku selayaknya reaksi abnormal
yang mengubah gas mulia menjadi tak stabil seperti seharusnya
mendidihkan dinding absolut zero di wajahku
siapakah engkau..
bagaikan singularitas..
aku mengetahuimu, namun tak mampu memahamimu
haruskah kugunakan mikroskop
untuk menunjukan sekecil apa pengetahuanku tentangmu
kerancuan fisika dan hukum alam tak mampu menjelaskan
semua kompleksitas pada dirimu.
aku tak tahu perasaanku.
sejujurnya akupun tak memahami apalah itu perasaan
yang ku tahu, perasaan hanyalah
butiran pasir diatas lensa..
membuat semua menjadi kabur..
bagaikan seorang astronom..
hanya mampu mengagumimu dari jauh..
namun aku sadar, jarakku
ribuan tahun cahaya denganmu.
namun kau mampu
menjebakku dalam event horizonmu..
Dude, seriously i don't even know what the hell am I talking about. I'm just typing random things across my mind.
Saturday, September 3, 2016
BE YOUR SELF, LOVE YOUR SELF & LIVE YOUR LIFE
BE YOUR SELF, LOVE YOUR SELF & LIVE YOUR LIFE
Picture Source: Lifehack.com
Salah satu hal yang Mencegah kita dari hidup bahagia, enjoy diri sendiri, dan cenderung membuat kita hidup dalam kepalsuan adalah, “Peduli dengan apa yang orang lain pikirkan.”
Kita harus tahu bahwa setiap individu itu unik, Spesial, punya ciri khas masing masing. Kita bisa hidup bahagia dan sukses jika kita berkembang sesuai jati diri dan bakat kita. Namun sayangnya banyak, sangat banyak dari kita yang tidak mencapai titik tersebut karena mereka terperangkap dalam “penjara pikiran”.
Sering kali kita takut untuk mencoba berkembang dengan cara kita sendiri, mengambil sebuah keputusan untuk diri sendiri, namun kita takut orang lain akan berpikiran buruk tentang kita, akhirnya kita membatalkan niat kita. Kita ingin tampil menjadi apa yang kita inginkan, tapi takut orang orang akan menilai kita seperti apa.
Kata seorang bijak “peduli dengan apa yang orang lain pikirkan, kau akan jadi tahanan mereka selamanya.”
Terkadang saat kita akan membuat pilihan, kita mungkin berpikir..
“waduh bagaimana kalau orang lain tidak menyukaiku?”
“apa nanti kata orang?”
“aku mungkin akan terhina.”
“mereka akan membenciku.”
“mereka akan menganggapku apa nanti?”
“kalau aku begini pasti mereka akan berpikir aku…..”
Pikiran pikiran seperti itu adalah hal yang Mencegahmu untuk bahagia menjalani kehidupan yang kamu inginkan, dan menuntunmu pada kehidupan penuh kepalsuan yang dibangun dari standard subjektif masyarakat dan miskin kebahagiaan.
Kita semua punya keinginan untuk disukai orang lain, hal itu manusiawi. Tapi ingat, menyenangkan semua orang secara bersamaan itu mustahil. Pasti akan ada seseorang yang kecewa dengan keputusan kita, tidak puas akan keputusan yang kita ambil, dan itu bukan tanggung jawab kita. jika bukan orang lain ya pasti diri kita sendiri yang merasa kecewa terhadap keputusan kita sendiri hal itu yang akan terjadi jika kita terlalu menuruti apa kata orang lain.
Kebahagiaan itu hal personal, kebahagiaan itu hal yang ada dalam diri seseorang, kebahagiaan tidak ada hubunganya dengan orang lain terhadapmu.
Selama kamu melakukan hal yang ingin kamu lakukan, selama kamu mencintai apa yang kamu lakukan, dan selama itu tidak merugikan orang lain, tak usah menghawatirkan apa kata orang lain dan apa pikiran mereka tentangmu.
Misalnya saja soal penampilan, kamu orang yang sangat idealist, kreatif dan penuh gagasan, kamu punya cara cara unik dalam mengekspresikan perasaanmu melalui penampilan, kamu ingin memiliki suatu model rambut unik dan mungkin ingin mengecatnya dengan warna silver atau pirang. Tapi orang lain berpendapat ‘ah kamu konyol kalau begitu.’ ‘nggak usah aneh aneh deh..’ ‘kamu nggak cocok seperti itu, cocoknya seperti ini.’ Bla…bla..bla. bagaimanapun keputusan mu orang lain pasti akan menjudge mu, so what? Jadi diri sendiri aja. Contoh nyata, saya berambut panjang teman saya komplain dan menyuruh saya untuk memotong rambut, saat saya botak, mereka menertawakanya, see…? mereka akan menjudgemu bagaimanapun kamu tampil, jadi buat apa peduli dengan sesuatu yang sangat sangat subjektif dan tidak stabil seperti opini masyarakat.
Sekali lagi, alasan kenapa tidak perlu terlalu memikirkan pikiran orang lain.
-Orang akan menilaimu dan akan mengkritikmu bagaimanapun kamu tampil, so what dude?
-Pikiran orang sangat subjektif, opini masyarakat dan standrad masyarakat akan kenormalan selalu berubah seiring zaman.
-terlalu menghawatirkan pikiran orang akan mencegahmu hidup bahagia.
-terlalu menghawatirkan pikiran orang akan mencegahmu enjoy jadi seperti apa yang kamu inginkan.
-terlalu menghawatirkan pikiran orang akan menghambatmu dalam berkembang sesuai bakat dan minat.
-terlalu menghawatirkan pikiran orang akan mebuatmu jadi pemalu, kurang PD dalam mengekspresikan diri.
-orang lain pun tidak sesering yang kamu pikirkan dalam menilaimu.
-Tidak semua orang harus menyukaimu, tidak semua orang harus jadi temanmu. Hanya orang fake atau people pleaser yang menginginkan dirinya disukai semua orang. Real people have fewer friends, but those friends are real friends.
Prinsip jadi diri sendiri.
Menjadi diri sendiri dengan tidak mempedulikan omongan orang lain pun ada Aturanya. Tidak seenaknya berkata “aku nggak peduli pikiran mereka tentangku!” tidak semata mata “bodoh amat mereka mau bilang apa!” dan tidak seenaknya tutup mata tutup telinga dengan pendapat orang lain, jika kamu seperti itu kamu akan jadi orang yang Apatis! Orang yang narcissist dan egois yang cinta diri sendiri lebih dari apapun dan tidak peduli dengan orang lain. Ego, ya semua orang memiliki ego, itu ambisi, yang membuat hidup kita ada tujuanya, namun seberapa besar egomu dan seberapa besar kepedulianmu dalam hak orang lain saat berusaha memenuhi egomu itulah yang menentukan kamu orang yang egois atau tidak.
Lalu bagaimana prinsip yang benar?
Peduli dengan orang lain itu HARUS! Peduli dengan perasaan orang lain itu WAJIB! Tapi peduli dengan Pemikiran orang lain tentangmu terlebih tentang Nilai nilai Personalmu itu WAJIB DISELEKSI.
Otak kita memiliki filter, seperti Prinsip, Kesadaran dan objektifitas. kita harus sadar akan lingkungan sekitar kita, kita harus sadar akan apa yang sedang terjadi disekitar kita, kita harus menjaga hubungan sosial dengan lingkungan kita, jangan sampai karena kita menajdi apatis dan egois , kita melukai orang lain, kita menjadi tidak peka, kita menajdi egois dan merugikan orang lain. Nah, untuk itu Kita harus sadar akan pendapat dan perasaan orang disekitarmu secara umum. Namun kita harus pintar pintar menyeleksi mana yang benar mana yang salah, mana yang urusanmu mana yang sama sekali bukan urusanmu dan bukan tanggung jawabmu. Ketika pendapat mereka tentang hubungan sosialmu dengan mereka bersama dan demi kebaikan bersama tentunya kamu harus peduli, namun jika pendapat mereka tentang hal privasi dan kehidupan personalmu seperti penampilan dan kepribadianmu, kamu cukup tahu saja tapi tidak usah mempedulikanya, cukup abaikan dan fokus ke tujuanmu.
Kita juga harus mengendalikan imajinasi kita dengan kesadaran, karena terkadang kita terlalu overthinking tentang bagaimana pendapat orang lain secara berlebihan yang pada kenyataanya orang lain tidak sesering itu melakukanya.
So..What’s the point?
Jika kamu ingin hidup bahagia, jalani kehidupan yang kamu inginkan, jadilah diri sendiri seperti yang kamu inginkan, fokuslah ke tujuanmu, fokus dengan apa yang kamu lakukan, jangan pedulikan omongan negatif orang lain tentangmu selama kamu tidak merugikan dan tidak melanggar hukum, selama kamu dalam prinsip yang benar. Tetaplah jadi orang yang peduli sekitar dan membantu sosial tanpa harus menjadi budak sosial. =D
Quotes bonus (semoga inspiratif):
“It Doesn’t matter what people think, as long as you do what you want to do.” –
“People will judge you anyway, so be your self and confident.” –
“You can’t control how people acts to you, but you can control your reaction.” –
“Nothing is more bothering you than your own thoughts.” – buddha –
“Being happy is a personal thing. It really has nothing to do with anyone else.” –
“You being real,be your self, if people don’t like you is not your bussines, true friend will acccept you anyway.” –
“Fuck what people think, you don’t live to please other.” –
“Care what people think. And you will always be their prisoner.” –
"We would worry less about what others think of us if we realized how seldom they do." - Ethel Barrett
“The fact is that someone will always be upset somewhere and that's not always your responsibility.” –
“Living life purely trying to please people who, perhaps, are incapable of ever being pleased by anything we do anyway - trying too hard to always be seen to be doing 'the right thing' - is the royal road to regret.” –
Jika ada pendapat silahkan, mari berdiskusi dengan pikiran terbuka.
Dan maaf jika ada kata kata yang salah atau pun kasar. Nobody is perfect =D
Semoga bermanfaat..
Saturday, May 28, 2016
On the way
Ini cerita tentang kisah nyata, kebiasaan orang orang saat ada janjian.
"OTW"
Gue yakin 99,99% orang kalo ngomong OTW pasti masih di atas kasur megang hp sambil pake kolor doang. kalo gak gitu ngupil ngupil dan rambut belum disisir.
terutama orang indonesia nih, kalau lagi janjian jam 7 eh jam 7 baru berangkat, perjalanan 30 menit kena macet 30 menit, nyampe di tempat jam 8 dan itu masih cuma 2 atau 3 orang yang udah nyampe di tempat janjian padahal yg jan jian anak 17.
"rek buruan ini jadi nggak?"tanya dani temen gue di Grup watsapp kelas dengan bahasa khas malang. hari itu rencananya kami mau mendekorasi kelas buat foto album besoknya.
"Siapa aja yang udah disana?"tanya nanda.
"nggak ada, semua masih dirumah masing masing pada di kasur pake sarung, megang HP, sambil nanyain hal yang sama 'siapa aja di sana?'" jawab gue.
si Dani ngirim 25 Screenshot dari 25 chat yang isinya sama 'eh disana udah ada siapa aja'.
nah itu yang bikin orang orang yang tepat waktu yang populasinya cuma 0,5% di indonesia ini merasa jengkel.
akhirnya pas foto kelas tetep aja cuma gue, Dani, sama Della yang udah dateng padahal janjianya jam 8 dan itu udah nunjukin jam 8.20.
"rek buruan.."kata Della.
"Siapa aja disana del.."tanya Affan di private chat Watsapp sama della.
gak cuma Affan, tapi 24 anak lainya ngechat hal yang sama ke kami bertiga,
akhirnya gue della dan dani sepakat buat njawab hal yang sama "semua udah dateng, tinggal elu doang yang belum dateng, semua nungguin elu."terpaksa kami berbohong biar mereka punya niat buat ngangkat pantat mereka dari kasur dan cabut ke sekolah dalam tempo sesingkat singkatnya.
tak lama kemudian Dora,Reyhan, Bram,dan 5 anak lainya datang. tapi yang lain masih belum dateng juga.
"Elu dimana?"tanya gue ke Agus.
"otw.."
"ngibul lu, pasti baru mau mandi kan..?"
"beneran, otw kamar mandi.."
"tuh kan kutil onta..!"
tak lama kemudian yang lain juga nge-chat yang sama 'On my way rek...' 'macet' 'OTW' 'mau nyampe' namun faktanya setengah jam lebih yang lain belum pada dateng jam udah nun jukin setengah 10.
"On the way" Alpin nge-chat di grub kelas sambil ngirim foto dia selfi pake helm,naik motor di tengah jalan.
nah baru kali ini gue percaya kalimat otw nya anak anak.
akhirnya hampir semua udah ngumpul tinggal alpin doang yang belum.
"maaf rek aku di kantor polisi.."ujar dia di grub.
"duh..kok bisa pin..?"
"gue ditangkep gara gara selfie di tengah jalan."
molor 3 jam akhirnya semua pada ngumpul, foto grafernya telat. bodoh amat deh gue gak peduli mau on the way kek on the spot kek..
Monday, May 9, 2016
Classroom Story UNBK 2 ~UNBK~
Lanjutan
dari cerita sebelumnya.
Setelah
belajar bersama, dengan pemahaman sedapetnya, kami tim les kilat akhirnya
berangkat perang, Ujian Nasional. Seperti yang kita ketahui UNBK bukan
pelajaran bk di UN kan, tapi UN pake computer atau CBT.
Pas gue
masuk ruang ujian, sumpah nih ruangan ujian apa warnet, batin gue, lengkap
monitor, headset dan sekat, tinggal masangin nomor aja di sekatnya. Kenapa di
kasih sekat, mungkin biar gak contekan kali ya.
Kebetulan
tempat duduk gue di sebelah si Alpin, dan karena tempat duduknya berformasi
vertikal, jadinya deret satu berhadapan dengan deret dua, deret dua saling
membelakangi deret tiga, dan seterusnya, dan kebetulan juga udin duduk di
belakang gue, kami saling membelakangi.
Panitia
dan pengawas mempersilahkan kami untuk berdo’a sebelum ujian, “berdoa menurut
keyakinan dan kecepatan masing masing…berdo’a…selesai.”
“what
the..”ujar si alpin. “belum juga bilang amin..”
Waktu
pun dimulai, “din let’s move out.. I cover your back, you cover mine..” kata
gue sambil membelakangi udin, kayak di film perang gitu.
“oke
team..go..go..go..”alpin teriak.
“btw ini
UN pa pemilu sih.. pake sekat sekat segala.” Karena pengawasan begitu ketat,
tak satupun dari kami bisa melakukan teknik yang digunakan untuk menghadapi UN,
ga bisa nyontek.
“duk..duk..duk…..duk”
tiba tiba ada suara meja di getok getok oleh si agus yang duduk deket meja gue
juga. ‘ini pasti kode morse, cerdas juga si agus’ gue coba ndengerin tuh suara
yang seolah berpola dari agus tersebut, gue harap itu punya arti kayak nomor
dua a atau gimana gitu.
Gue
tetep konsentrasi dengerin tuh suara ‘duk..duk tak duk…duk tak..’ “njirr kenapa
lu malah nge-dangdut kampret..”
“ada
apaan dik” tanya agus.
“gue
kira lu ngirim sandi morse”
Hari
berikutnya, tibalah sesuatu berbau hitung hitungan, matematika. “yang butuh
kertas buram silakan ambil di depan.” Kata pengawas ujian. Gue ambil satu,
diikuti alpin, dora, dan udin yang juga ngambil satu. Si agus ngambil lima.
“gus buat
apa ngambil segitu banyak...”
“buat
gambar dragonball dik.”
“ampun
dah..”
Karena
buramnya terbatas sementara jurusan ipa matematikanya lebih njelimet, gue harus
pinter pinter menghemat kertas biar hitungan gue muat di kertas yang mirip alas
gorengan lima ratusan di SD gue dulu.
Akhirnya
gue lipet jadi dua, si alpin di lipet jadi empat. “biar lebih hemat dik” ujar
di alpin.
“gue
jadi delapan” sahut si udin kertasnya dilipet lipet jadi kayak kipas.
“gue..”agus
menyahut.
“astaghfirullah
hal adzim.. gue lelah liat elu gus..lu pulang aja deh” ujar si alpin.
“eh lu
kenapa malah bikin kapal kapalan begitu..”tanya gue.
“ngawur
lu dik, gk mungkin lah gue bikin kapal kapalan, gila aja. Gue bikin perahu
perahuan kok…”
“pak
computer nomor 7 pindah ke 27 ya pak..”gue angkat tangan, demi menjauh dari
temen gue yang absurd ini.
“nak ini
Lab.komputer buat UN, bukan warnet buat war.”
Satu jam
pun berlewat, gue masih ngerjain separuh. “nak jangan lupa jawabanya
dihitamkan..” kata pengawas yang udah tua.
“pak ini
kan CBT, nggak pake pensil tapi pakai mouse.” kata nisyong temen gue protes.
“oh iya
maaf bapak lupa, kalau gitu ngekliknya yang tebel ya, itu mousenya 2B kan nak..”kata
bapak itu ngaco.
“what
the f…”
“sabar
syong..”kata bram yang duduk sebelah nisyong.
Gue
stuck di salah satu nomer, gue yakin bisa tapi lupa rumusnya, gue mau nanya
alpin dianya juga celingukan nyari bantuan, gue mau nanya si agus, malah bikin
origami dari kertas buram, akhirnya gue tanya udin yang membelakangi gue.
Gue
nggak berani noleh akhirnya Cuma gue panggil, “din..diiiiin….udin..” panggil gue
ngotot tapi pake suara berbisik, mirip orang bengek gitu.
Karena
lama gak ngerespon gue coba colek dia, gue colek punggungnya tetep gak
ngerespon, ‘njirr nih anak dibius kali ya sampe nggak kerasa gini.’ Batin gue.
Kemudian gue colek pantatnya tetep gak ngerespon, sedikit emosi akhirnya gue
tabok pantatnya, masih tetep gak ngerespon, akhirnya gue noleh ke belakang
ternyata yang gue tabokin dari tadi pengawasnya “eh bapak…sehat pak..”
“sehat
dik alhamdulillah..”
“emak
abah gimana sehat juga..?”
“banget
dek..btw adek ngapain nabok nabok saya dari tadi…”
“eh
enggak pak, tadi ada nyamuk di celana bapak, takutnya nyamuk DB atau malaria.”
“oh gitu
ya, makasih ya dek..” kata pengawas itu.
‘haduh..hampir aja ketahuan
nyontek njirr’batin
gue.
“nah
ketahuan lu mau nyontek ya..!” pak pengawas tiba tiba ngagetin gue.
“lhah
kok bapak tahu? kan saya Cuma ngebatin..”
“sebenarnya…sebenarnya
bapak mutant dek, kayak professor Xavier di film x-man gitu..bisa ngebaca
pikiran orang”
“wih
keren, btw filmnya x-man yang baru mau keluar ya..”
“iya
dek, mau nonton di bioskop tapi bapak belum gajian dek, nunggu di
cinemaindo.com rilis aja bapak” balas pengawas absurd tersebut.
“Cinemaindo.com
di blokir pak..”jawab gue.
“Apahh?!!!
Tidak mungkin..!” teriak pengawas sambil mukanya di zoom in – zoom out,
bersambung..
“woi.”
Teriakan alpin membuyarkan lamunan gue yang kemana mana, efek pikiran buntu
mikirin matematika malah ngayal kesana kemari.
“apaan
pin..?”
“ini apa
jawabanya…”
Gue
ngeliat ke monitor si alpin, walau ada sekat tapi masih bisa kalo ngintip
dikit.
“eh
kamu..!” Sentak pengawas.
“eh pin
dipanggil tuh...” kata gue.
“eh nyet
elu yang di panggil.”
“eh iya
bu..”
“kenapa
ngintip ngintip ke sebelahmu…”
“anu
bu..”
“mau
nyontek ya..”
“enggak
kok, Cuma heran aja, monitornya lebih bagus bu dari monitor saya.”
Tinggal
beberapa jawaban kosong dan emang gue udah mentok, akhirnya gue pakai cara
cepat smart solution, metode substitusi ngawurisasi. Kalikan bagikan kurangkan
dan tambahkan angka yang ada sampai ketemu angka yang mendekati salah satu
angka di pilihan jawaban.
“Oke waktu
habis silahkan dikumpulkan…”ujar pengawas UN.
“dikumpulkan?..monitornya
pak dikumpulkan..?”
“eh iya
bapak lupa ini CBT ya, ya udah keyboardnya aja di kumpulkan…”
“ngaco
ni orang..”
Tiba
tiba si agus angkat tangan.. “bang nambah se-jam”
“duh
anak siapa sih ni anak, ini bukan warnet nak..ini Lab.komputer buat UN..”
“lho ini
UN ya…”
“enggak,
ini pemilu…!” Pak pengawas nonjok tembok saking jengkelnya.
“sabar
pak sabar…istighfar..”alpin menenangkan pak pengawas.
“permisi
pak…” agus nyelonong keluar.
“lho
emang kamu udah selesai..?”
“enggak
pak, lha katanya pemilu, ya saya pulang aja..saya belum punya KTP pak..”
Pak
pengawas kalap dan berubah jadi monster rubah ber ekor Sembilan. “jangan tahan
bapak nak..lepasin…!!’
“nggak
ada yang nahan pak dari tadi..”jawab bram dengan muka datar.
End, btw
itu semua Cuma lamunan gue pas ngerjain UN hehe.
btw ini ttg UNBK, CBT, tapi gambarnya turnamen Pb yak..?
btw ini ttg UNBK, CBT, tapi gambarnya turnamen Pb yak..?
Classroom Story UNBK 1 ~Les Kilat~
Beberapa dekade ini gue udah makin jarang nulis cerpen. Tahu sendiri kelas 3 SMA, gue
banyak kerjaan , gue banyak Pikiran. Mikirin Tryout... UN... SNMPTN...
SBMPTN... PLN... PLTN... STNK.. SIM.. KTP.. OTW.. BAB.. DLL.. DKK....Dst.
pokoknya sutris..eh..suetres.
Tapi btw gue emang
orang yang tiap hari selalu stress, UNBK makin deket juga gak begitu kaget,
malah lebih deg deg an saat mau sunat, dan lebih deg deg an lagi ngambil bola
yang ketendang ke kaca rumah pak sutris sampai pecah pas gue kecil. Btw sejak
kapan BK masuk pelajaran UN? oh salah ya.. UNBK [Ujian Nasional Berstandart Kelurahan], bukan bukan, tapi Berstandart Komputer.
Beberapa hari
menjelang UN, tepatnya seminggu sebelumnya, gue sama temen temen gue ngadain sesi
belajar bareng yang lokasinya di emperan rumah gue, kami sebut itu sebagai “Les Kilat”. Ya karena lesnya dadakan dan emang beneran ada kilat
pas kami les akibat musim hujan.
“guys
entar jadi kan ke rumah si Dika...?”tanya probo ke temen temen.
“ngapain..?”tanya wahyu.
“ya
belajar lah..masa mau nyabutin rumput di halamanya.”
“oke... udah prob
jangan dengerin si wahyu. Yuk berangkat” kata udin.
“Eh
y..! Lu mau kemana..” tanya probo ngeliat wahyu yang berjalan
kearah berlawanan.
“mau
ngambil celurit sama sarung tangan. Lha Katanya buat nyabutin rumput..”
“Terserah
ente..!!”sembur probo sambil pasang mukanya si
Nicholas cage “you don’t say”
Akhirnya, Probo, Udin, Farel, Wahyu, Bram, Chan dan Alpin datang ke rumah gue, dari gang deket rumah gue udah keliatan
mereka jalan bareng berderet, di slowmotion
sambil dikasih backsongnya power ranger, terus dikasih efek ledakan di belakang
mereka. ‘tin..tin..’ “minggir nyet..!” suara tukang sayur yang mau lewat ngebentak mereka yang ngehalangin jalan,
para power rangers itu berpencar.
“belajarnya di
teras aja ya, di dalem sempit dan gelap...bentar gue ngambil papan tulis.”kata
gue pas mereka dateng.
Kami pun belajar
dan membahas beberapa soal fisika bersama, entah kenapa atmosfir saat itu
terasa beda banget,muka anak anak pada serius dan niat banget belajarnya.
“btw kenapa gak
dari dua atau tiga tahun yang lalu aja ya kita begini, belajar bareng, kalo
kita kyk gini dari dulu, gue yakin kita udah nguasai materi sekarang.” Kata gue
pas mereka istirahat setelah berjam ham berpikir keras menyelesaikan satu
soal fisika dasar, itupun baru nulis ‘Diketahui...
dan Ditanya..’.
“iya ya bener juga,
kenapa gak kepikiran sih dulu...aaah..”
“btw si wahyu
mana..”tanya gue.
“nah
itu si wahyu, yu lu ngapain..?”tanya probo manggil wahyu.
“nyabutin
rumput..”jawab wahyu yang dari tadi nyabutin rumput halaman gue.
Probo langsung kalap.
“sabar
prob..sabar..”probo
ngambil celurit.
“jangan
tahan gue, jangan tahan..! lepasin! ”
“gak
ada yang nahan elu prob..”Ujar si Udin.
“oh
iya sory, yuk lanjut belajar.”
Selang beberapa detik “prob pinjem celuritnya..”sahut wahyu dari kejauhan.
“nih
prob celuritnya..”gue kasih ke probo yang udah jengkel banget, rambutnya bergerak keatas,
matanya menyala, persis super seiya.
Andaikan gue punya
mesin waktu, gue bakal balik ke dua tahun yang lalu, terus gue cari diri gue
dua tahun yang lalu, terus gue tabok mukanya sambil ngomong “eh kampret...lu jangan males males, gara gara lu males
gue susah nih pas kelas 3. Gue gak punya banyak waktu, sekarang lakuin tiga hal
yang gue sebutin. Penting banget, ini menyangkut masa depan lo... jangan sampai
lu gak nglakuin ini dan akhirnya lu nyesel.”
Diri gue dua tahun
lalu bengong sambil terheran heran.
“pertama,
Lu harus belajar Matematika mulai sekarang, kalo bisa ajak si udin dan lainya,
cicil materi. Ntar kalau lu kelas tiga lu gak bakal nyesel soalnya lu gak sia
siain waktu lu. Kedua hapus foto foto alay lu coeg, malu gue fakk... iya, foto
foto yang lu Cuma pake kolor terus foto nempel di tembok sambil bibir lu
monyong monyongin.. sebagai diri lu dari masa depan terus terang gue kecewa
sama lu. Yang ketiga... folder ‘jahat’ lu hapus aja, jangan lupa history di
clear...udah deh
gue tahu semua, soalnya gue kan elu.dah itu aja cukup, gue pamit dulu ke masa
depan.”
“jadi
lu dari masa depan rela menciptakan mesin yang memecahkan komplikasi hukum
fisika kuantum dan modern, meretak kan dimensi ruang dan waktu Cuma buat nyuruh
gue nge-delete history browser aja gitu..?”
“kampret
ngeyel nih anak, udah deh itu penting banget.” Btw jangan mikir aneh aneh, soalnya dulu gue suka
download albumnya YUI yoshioka secara ilegal, makanya history gue harus dihapus
:v
“btw
gue dari masa depan kok makin item dan makin kayak om om hentai gitu ya
wajahnya..”kata
diri gue 2 tahun yang lalu setengah berbisik.
“eh
lu bilang apa..?”
“eh
enggak om..eh maksud gue..Bang.."
“ya
udah, jangan sampe
nyesel lu bro..”Sebelum balik gue tampar sekali lagi diri gue 2 tahun yang lalu itu karena saking
keselnya gue tentang foto najis itu.
“dik..woi
dik” sentak bram ngebuyarin lamunan gue yang gak jelas.
“eh
iya sorry”
“ini
tadi gimana cara ngerjainya...”
“wah
gue gk tahu...kita bener bener butuh anak yg pinter fisika nih buat njelasin
soal soal ini ke kita.”
“ya
udah besok kita ajak
si dani. Si miko ajakin sekalian.”
Hening...
Si miko gamer akut
ini. Gue bisa bayangin besok pas ngerjain fisika dia megang iponenya, terus
buka game terus rame dan memancing temen temen gue yang lain yang pada dasarnya
emang gamer semua, bubar deh nih les kilat.
“tenang
entar kalo dia ngegame dia kita iket di pohon sambil mulutnya kita sumpel pake kaus kaki
tahun lalu.pokoknya kita
harus fokus. Jangan salah fokus...”ujar si udin.
“wooh..setujuuu..” serentak mereka menjawab, seolah adegan di film 300
‘this is spartaaaaa..’
Besoknya, si miko
dan dani dateng.
Kami juga
mendownload latihan soal dari websitenya orang paling dicari cari mendekati
Ujian nasional begini. Iya, namanya udah terkenal banget, sampai sampai di internet ibaratnya
setara sama Mark Zuckerberg walau Cuma pas deket Ujian. Buat menghormati
jasanya gue samarin namanya jadi ‘Pak Anam’. Nah si pak Anam ini terkenal dari
dulu, kakak kelas gue sering bilang, ‘eh dek...belajar di webnya pak Anam aja, soal prediksinya banyak yang tembus di UN.
Saking terkenalnya, gue dan temen temen gue sampai heran.
“btw
siapa sih pak Anam itu sebenernya, kok bisa aja bikin soal kayak gini.” Kami pun punya beragam teori mengenai hal itu. Mulai dari
teorinya si udin “pak Anam itu hackernya Anonimous tuh, dia bisa meretas soal.”, “mungkin dia agen pemerintah yang bersimpati dengan pelajar indonesia yang
stress dengan un, dan secara rahasia memberi beberapa prediksi yang akurat.”. atau teori paling ngawur “pak Anam itu seorang time traveller, dia datang dari masa
depan buat ngasih tahu kita soal apa aja yang keluar di masa depan. Ya setara
john titor gitulah. Enggak gue Cuma berncanda, dan itu semua bukan ilegal kok,
pak Anam itu telah membantu pelajar bukan dengan bocoran kunci, tapi dari soal
prediksi dan dari soal tryout tryout yang kemungkinan keluar di ujian nasional.
Buat pak Anam, you da real my MVP...
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kata - Kata Kasar (The Tabooness of Profanity)
"Kok kamu ngomong kasar kayak gitu sih?" "Jaga dong mulutmu!" "Kok kowe misuhan seh?" "Why do you cursed ...
-
"Kok kamu ngomong kasar kayak gitu sih?" "Jaga dong mulutmu!" "Kok kowe misuhan seh?" "Why do you cursed ...
-
Cerpen Fiksi ilmikah ku: habis bikin cerpen bergenre fiksi ilmiah,nyritain tentang perjalanan ruang dan waktu seorang astronot yang ter...
-
Gw mau berbagi cerita tentang kelas gw,yang gw kemas dalam bentuk cerpen,ya emang sih ceritanya sedikit mengada ngada: Genre:Comedy...



