Saturday, January 24, 2015

DUNIA PARAREL



Dunia Pararel
Writter:Aliffiandika
Genre:Thriller,Persahabatan,Sci-Fi


     Liburan semester akan segera datang,nilai Ujian yang anjlok membuat Sandy putus asa,Sandy adalah siswa kelas 1 SMA di SMA Tarumanegara 1,ia adalah anak yang suka mengurung diri,ia tidak punya teman sama sekali,bahkan di dalam kelas,ia selalu menyendiri dan duduk di bangku paling belakang.ia menghabiskan separuh harinya di sekolah dan separuh harinya hanya di dalam kamar,bermain komputer,membaca buku,dan melakukan kegiatan yang amat membosankan,ia tidak pandai bersosialisasi.itu yang membuatnya tak pernah terlihat ceria.
     Keceriaanya semakin hilang ketika mengetahui nilai raport semesternya hancur,padahal ia sudah belajar mati matian.Sehari sebelum libur tiba,ia seperti biasa berjalan pulang melewati lapangan sekolahan.
    Saat itu hatinya sedang jengkel,ia menjumpai kaleng minuman dipinggir jalan,karena marah ia menendangnya kearah lapangan,dan sialnya,botol kaleng itu mengenai kepala kakak kelasnya yang bertubuh seedikit lebih tinggi dari dirinya.mereka menghampiri Sandy.
    “hei anak kuper..!!sudah bosan hidub kau ya..?!”kata salah satu kakak kelasnya.
    “a..maaf kak,aku nggak sengaja,sumpah aku bener bener minta maaf..”
    “tidak sengaja..?menendang sebuah botol kaleng yang tidak ada gunanya dan tepat sasaran ke kepalaku,kau pikir itu tidak sengaja..?!”sentak kakak kelas yang kepalanya terkena botol kaleng yang Sandy tendang.
    “sumpah kak...aku gak sengaja,aku nggak maksud,maaf  banget..”Sandy menegaskan bahwa ia tidak sengaja,ia dikelilingi kakak kakak kelasnya yang artinya ini keadaan buruk.
     “bagiku memberi maaf atau tidak itu tidak berarti,sekarang aku akan memberimu pelajaran....”ujarnya,mereka para kakak kelas Sandy mengepung sandy,mereka bersiap mengeroyok dia.
    Sandy tak bisa lari,ia telah terkepung,ia hanya bisa membela dirinya dengan kemampuan seadanya,tak berlama lama,mereka menyergap Sandy dan memukulinya hingga babak belur,ia ditinggalkan terkapar dengan mulut berdarah,bajunya yang berwarna putih berlengan pendek dengan dasi hitamnya terlihat sangat kotor dan penuh lumpur,ia tidak bangkit,tubuhnya lemas,hari makin sore,semua meninggalkan lapangan,hujan rintik rintik dan makin lama makin deras mengguyur lapangan,waktu menunjukan pukul setengah lima sore,langit diselimuti awan gelap.ia bangkit dan berjalan sempoyongan menuju tepi lapangan,merenungi hari paling sial dan tidak membahagiakanya.
    Memang ia tidak pernah merasa bahagia tapi ini adalah hari paling sialnya.hujan terus mengguyur hingga dirinya basah kuyup,ia tetap duduk di pinggir lapangan sendirian diguyur hujan,ia seperti orang yang putus asa.
    Tiba tiba sebuah petir menggelegar beberapa kali,tak lama kemudian sebuah petir menyambar tepat di tengah lapangan,hal itu membuat Sandy kaget dan tercengang.ia berdiri dan melihat lapangan yang tersambar petir tanahnya berhamburan.
     Ia mendekatinya,ia begitu kaget ketika melihat seorang gadis terkapar di tengah lapangan,gadis itu tidak ia lihat sebelumnya,gadis itu tiba tiba muncul setelah petir menyambar.
    Sandy mendekatinya,penasaran,ia berfikir gadis itu sudah mati.ia menyentuhnya dan mencoba membangunkanya.
    “hei...hei..!kau tidak apa apa?hei bangunlah..!”sandy berusaha membangunkanya,ia benar benar bingung,apa yang harus ia lakukan,tak ada seorangpun di lapangan,hanya dia sendiri dan gadis misterius itu.
    Ia memeriksa denyut nadinya,gadis itu masih hidub,ia hanya pingsan,sesaat gadis itu membuka matanya,ia tak bisa bergerak dan pingsan.
    “hei..hei...!!!waduh gimana nih...mana sepi lagi..sial banget hari ini..”ia menolong gadis sesusianya itu,ia mengangkat tanganya dan membantunya berjalan,hujan masih mengguyur deras.sandy berjalan ke pinggir lapangan sambil membantu gadis itu berjalan. Tiba tiba dari belakang,Ardhi,anak yang sekelas dengan sandy yang tak begitu akrab muncul.
     “hei...siapa dia..?apa yang kau lakukan..!!??”tanyanya tiba tiba.
    “sudahlah,jangan aneh aneh,bantu aku menolongnya,aku menemukanya tersambar petir di tengah lapangan,cepat bantu aku,berat...”kata Sandy,Ardhipun segera menolongnya mereka berdua membantu gadis itu.
     “mau kau bawa kemana anak ini..?”tanya Ardhi.
     “akan ku bawa ke kontrakan ku,aku tinggal bersama kakak perempuanku,mungkin dia sudah pulang kerja sekarang,dan mungkin dia bisa menolong gadis ini.”ujar Sandy.
     Tak lama kemudian mereka sampai di depan pintu kontrakan Sandy mengetuk pintu,pintupun terbuka,kakak perempuan Sandy membukanya dan kaget melihat mereka bertiga.
     “hei...ada apa dengan mu..?!siapa dia..?! apa yang kau lakukan..?!”tanya kakaknya.
    “haduh...!cerewet..sudah cepat tolong kami...kami basah kuyup..”mereka masuk ke rumah kontrakan sandy.sandy menjelaskan pada kakaknya bahwa ia menemukan gadis misterius itu di tengah lapangan tersambar petir.
    “sudah aku akan merawatnya di kamar,aku akan mengganti bajunya yang basah dan gosong ini..kalian ganti baju juga,nanti masuk angin...”kata kakaknya.
    “baik kak.”
    “lho heh..nunggu apa kau..?!keluar,aku akan merawatnya”
   “oh iya maaf,”sandy ganti baju dan memberikan baju untuk ganti Ardhi.Ardhi adalah teman sekelas Sandy,namun tidak begitu akrab,karena Sandy tidak pernah berteman sama sekali.
     “terimakasih sudah membantu ku...”kata Sandy yang duduk diruang tamu bersama Ardhi.
     “oh..tak masalah,ngomong ngomong siapa gadis itu?”
     “aku juga bingung,sebenarnya aku menemukanya secara misterius,tadi sore aku merenung dipinggir lapangan sendirian diguyur hujan deras,tak ada siapapun,aku yakin itu,tiba tiba petir menyambar dan aku melihat gadis itu tiba tiba ada di tengah lapangan yang tersambar.”
     “hah..tidak mungkin..!”kata ardhi.
    “ya..aku tahu itu sulit dipercaya,aku juga tak percaya  dengan apa yang kulihat,tapi memang itu yang terjadi.”hujan pun reda,Ardhi kembali pulang.
     Sandy tertidur di ruang tamu hingga esok hari.keesokan harinya ia bangun,hari libur telah tiba,hari paling menjengkelkan paling membosankan dan paling sial yang pernah terpikir oleh Sandy.mungkin satu minggu ini hanya akan ia habiskan dengan menonton tv,bermain komputer,dan membaca buku,ia sama sekali tak punya teman.
    Gadis itu bangun,dan menuju ruang tamu,menggunakan baju milik kakak Sandy.
    “oh..kau sudah bangun..?”kata Sandy bertanya pada gadis itu.
    “a..iya...tapi dimana aku ini..?”
    “kau ada di rumah kontrakanku,sore kemarin kau kutemukan di lapangan tersambar petir.jadi aku dan temanku membawamu kemari.”
    “aku tersambar petir..?!tapi...hah dan baju ku..?!!”
    “oh tenang saja,itu baju kakak perempuanku,dia yang mengganti bajumu,bukan aku...lagi pula baju itu jauh kelihatan bagus jika kau yang pakai.”kata Sandy.
    “heh...apa maksudmu.?!kalau aku yang pakai jadi kelihatan jelek gitu..?!”kata kakaknya yang tiba tiba muncul.
     “eh..e...enggak gitu..tapi..hanya gak bagus..heh.heheh.”
    “itu sama saja dasar bodoh...dasar kau.”ujar kakaknya, “bagaimana keadaanmu,sudah membaik..?”lanjut kakaknya bertanya pada gadis itu.
     “oh..iya terimakasih telah menolong..”kata gadis itu.
    “iya,tapi yang menolong mu,adik ku yang kuper ini,namanya Sandy,jelek bukan...?”kata kakaknya bercanda.
     “heh...”Sandy menyentak.
     “terimakasih sandy...”
     “o..tak maslaah,tapi siapa namamu.?”
    “namaku,Venia...Venia putri.panggil saja aku Nia.”ujarnya.
     “darimana kau berasal,dan bagaimana kau bisa...”
     “entahlah,aku lari dari rumahku,karena ayahku sangat menjengkelkan,tiba tiba,dari langit ada cahaya terang dan aku tak sadarkan diri.”jelasnya.
     “kalau begitu,kau harus segera pulang,ayahmu pasti cemas.”sahut Sandy.
    “kau benar,tapi aku sama sekali tak mengenal daerah ini.”
    “oke,nanti akan kubantu...sekarang aku mau mengerjakan sedikit PR dari sekolah dulu ya..”Sandy mengeluarkan buku sekolahnya dan mengeluarkan buku Atlas peta dunia.kakaknya pergi ke dapur untuk membuat makanan
    “ini kan hari libur,bukanya seharusnya kau bersenang senang dengan temanmu..”kata Nia yang bersama Sandy di ruang tamu.
    “ehmm..sebenarnya,aku tak pernah punya teman,jadi aku hanya menghabiskan hari yang panjang ini didalam rumah menyedihkan ini.”
     “tidak punya teman?bagaimana bisa..?kau tak boleh terus terusan belajar seperti ini,kau sekali kali juga harus bersosialisasi..”
     “ya...mau bagaimana lagi,aku cenderung menutup diri,dan aku sukar untuk bersosialisasi,tapi yang membuatku jengkel adalah nilai raport semesterku kemarin benar benar hancur,padahal aku sudah belajar,benar benar liburan yang sial.”
     “semester?apa itu..?”
     “hah..?kau tidak tahu?kau bercanda kan?”
     “tidak..aku benar benar tidak mengerti..apa itu semester..?”
     “Satu semester itu sama dengan enam bulan,masa kau tidak tahu.?bagaimana dengan sekolahmu?”
     “disekolahku raport hanya diberikan saat kenaikan kelas,waktu sekolah kami hanya tujuh jam,dimulai pukul lima pagi.”jawabnya.
     “hah..sekolah macam apa itu,kau sekolah dimana sih..?”
     “di SMA negeri lima Artajaya.”jawab Nia.
     “Artajaya,apa itu?baru dengar aku ada SMA seperti itu,kau bukan dari daerah sini ya.?”
     “aku tidak tahu,aku keluar rumah hanya berjalan kaki,tiba tiba ada cahaya datang dan aku pingsan.”
     “kepalamu tidak terbentur apa apa kan?”
    “ya enggaklah,kau pikir aku gila..daerah apa sih ini aneh sekali..”
    Nia mengambil atlas milik Sandy yang sedang mengerjakan tugas sekolahnya,ia iseng iseng membacanya.dan ia melihat peta Dunia.
    “eh..neng,kebalik bacanya...”ujar Sandy melihat Nia membaca peta dunia secara terbalik.
    “terbalik apanya,jelas jelas kutub utara ada disini.”ujar Nia sambil menunjukan lokasi kutub utara dengan jari menunjuk benua antartika.
    “lho..itu kutub selatan,itu benua antartika,lihat saja tulisanya.”
    “lho kok...benar tulisanya terbalik,atlas ini salah cetak,ini produk gagal.”
     “hah ...produk gagal dari hongkong..!,semua atlas dibumi ini memang begitu neng,pernah buka atlas gak sih?”tanya Sandy.
     “lho,disekolahku memang gitu,aneh banget,ini kutub utara,benua asia ada di bagian selatan,dan kita ada di utara,di indonesia.”
    Mereka berdua saling berdebat masalah atlas,perdebatan yang sangat konyol.dan konyolnya,Nia ngeyel kalau matahari terbit dari barat,dan tenggelam di timur.
    “haduh...ya udahlah,nyerah aku..”kata sandy,
    Bel rumah berbunyi,Sandy membuka pintu,ternyata Ardhi yang datang.
    “eh kau ardhi,ayo masuk...”
    “oh..halo,kau sudah baikan?”tanya Ardhi pada Nia.
     “iya, siapa kau?”
     “dia Ardhi,dia yang membantuku menolongmu ketika tersambar petir”
    “oh terimakasih Ardhi..”
    “ini San,terimakasih,aku kembalikan bajumu”ia mengembalikan baju Sandy yang ia gunakan untuk ganti kemarin.
    “oh sama sama.”
    “ya sudah ya,aku mau pergi dulu,mau ikut..?”Ardhi bangkit dari kursi dan hendak pergi.
    “mau kemana?”kata Nia.
    “aku mau refresing habis ulangan,mungkin kelapangan berumput di sebelah danau.”katanya.
     “aku boleh ikut.”kata nia.
    “tentu saja.”
     “ayo sandy,kau harus ikut..”kata Nia
    “ah tidak,aku harus menyelesaikan tugas ini.”
     “ah sudahlah,lupakan peta konyolmu itu..”Nia menarik tangan Sandy dan membawanya keluar.
     Mereka bertiga jalan jalan ke dekat danau,menikmati angin yang sejuk.
     “kau tahu,ini pertama kalinya aku keluar bersama orang lain..”kata Sandy.
    “kenapa?”tanya Ardhi.
    “bisa dibilang aku anak Kuper,aku tak punya teman,aku sangat jarang sekali keluar rumah kecuali hanya untuk membeli kebutuhan atau sekolah.”ujar Sandy.
     “jadi itu yang membuatmu selalu murung di kelas,kau harus lebih membuka diri san...sebenarnya kau punya banyak teman,tapi tali mu belum terikat.”ujar Ardhi.
    “menurutmu,liburan ini membosankan san..?”tanya Nia yang duduk di tengah sambil menatap danau.
    “ya,semua hari hariku sama membosankanya,tapi liburan ini sangat membosankan.”
    “kalau aku,keluar rumah karena sikap ayahku yang sok mengatur ngatur,aku bukan lagi anak kecil,aku bisa menentukan keputusanku sendiri,makanya aku keluar,eh malah tertimpa sial.”kata Nia.
    “bagaimana kalau kita isi seminggu ini dengan hal hal menyenangkan,yang akan menghilangkan kebosanan terhadap dunia yang luas tapi sempit ini.dan juga sambil mencari rumah Nia.”
    “bersama..?”sahut Sandy dengan ekspresi bodoh.
    “ya...sekarang kita semua teman”ujar Ardhi.
     “teman..?”
     “iya teman,dasar bodoh,sekumpulan orang yang saling melengkapi kakurangan masing masing,membuat hidub kita lengkap,teman adalah kebutuhan pokok seorang manusia,kurasa begitu..”kata Ardhi.
     Sandy hanya tersenyum,ia terlihat lebih bahagia sekarang,sebelumnya ia hanya seorang pemurung yang kesepian.
     Mereka selalu bersenang senang,mereka mengisi hari hari libur mereka dengan kegiatan positif dan menyenangkan,ini pertama kalinya Sandy merasakan kebahagiaan persahabatan,ia sangat senang,dan mudah sekali tersenyum.
     Lima hari berturut turut mereka bertiga bermain bersama,dari bermain bulu tangkis,bersepedah dan lain lain,mereka juga melakukan sebuah perlombaan,yaitu menolong orang sebanyak banyaknya,siapa yang paling banyak membantu orang dialah pemenangnya.
    Tak peduli siapa yang kesusahan,mereka menolongnya,begitu pula Sandy,mulai dari preman,geng motor,orang tua,guru,kakak kelas,tetangga,dan Sandy juga menolong para anggota karate yang sedang maraton,ia dengan suka rela bersama Ardhi dan Nia membawakan air minum mereka.kegiatan yang menyenangkan dan pertamakalinya dalam hidub Sandy.
     Saat mereka pulang,sepedah Nia tergelincir batu,dia terjatuh dan tersungkur ke tanah.Ardhi dan Sandy langsung turun menolongnya.
     “Nia..!kau tak apa?”Sandy langsung menghampirinya.
     “tidak...aku tidak apa apa,hanya sedikit tergores di lututku.”
    “hah...!Ni...kenapa kakimu...cairan apa itu berwarna biru..?”Ardhi kaget melihat lutut Nia yang terluka mengeluarkan cairan biru kental.
     “aku tidak apa apa,ini hanya berdarah.”
    “apa?maksudmu itu darah...cairan biru itu darah..?”tanya Ardhi.
    “ya iyalah...memangnya apa?”
     “Nia?sebenarnya siapa kau ini,mengapa darahmu berwarna biru begitu?”
    “aku tidak mengerti,apa maksud kalian?”
    Sandy memukulkan tanganya ke aspal jalanan hingga mengeluarkan darah. “Kau lihat ini...darah kami berwarna merah,bagaimana bisa darahmu berwarna biru?”ujar Sandy.
     “aku tahu,kita akan menemukan jawabanya pada Alex,Alex anak yang mendapat nilai tertinggi fisika di kelas kita,dia mungkin tahu apa yang sedang terjadi disini.”ujar Ardhi,akhirnya mereka kerumah Alex.
     “katakan Sandy..bagaimana kau menemukan Nia?”tanya Alex.
     “kalian mungkin tidak akan percaya,sebelumnya aku benar benar sendirian di lapangan,dan tiba tiba Venia muncul bersamaan dengan petir yang menyambar,aku menemukanya pingsan,aku bertemu dengan Ardhi dan membawa Venia ke rumah kakak ku...”jelasnya.
     “dan Venia...bagaimana kau bisa sampai disini...?”alex kembali bertanya,ia bertanya pada Nia.
     “entahlah,aku keluar dari rumah,kemudian ada cahaya terang dilangit dan aku tidak sadar,ketika sadar aku sudah ada di tangan Sandy dan dibawa ke rumah kakaknya.”
    “baiklah,ku kira ini hanya sekedar teori,dulu pernah ada teori tentang alam semesta ini,mereka mengatakan bahwa alam semesta ini pararel,artinya ada banyak alam semesta seperti kita,jika disini ada bumi,di alam lain juga ada bumi,dan jika dibumi ada Ardhi,di bumi yang lain juga Ardhi.dan Venia,kau bukan dari dunia ini,kau berasal dari kembaran bumi yang ada di semesta lain.”Alex menjelaskan.
     “apa..?!mustahil,tapi itu mungkin menjelaskan mengapa Nia bersi keras mengatakan bahwa benua Antartika adalah kutub utara.mungkin di bumi pararel lain,posisinya adalah terbalik,dan matahari terbit dari baratnya.”kata Sandy.
    “kau mungkin benar,tapi ini sulit dipercaya,dunia ini pararel....dan yang aku tidak mengerti,bagaimana aku bisa sampai di bumi ini?”ujar Nia.
     “Gelombang tabrakan ruang waktu semesta sementara,para ahli telah menduga bahwa dulu sekali,alam semesta kita bertabarakan dengan alam semesta lain,menciptakan gelombang penghubung pelipat ruang dan waktu,alias portal.karena adanya gelombang tabrakan ruang dan waktu semesta sementara itu,Nia bisa sampai kesini,tepat di area Nia berdiri dan di area Sandy,portal sementara itu muncul,dan itulah yang membuat Nia terjebak ke dunia kita.”
     “bagaimana kita bisa mengembalikan Nia keasalnya..?”tanya Ardhi.
     “fenomena itu terjadi setahun dalam 10 juta tahun,dan dalam setahun itu bisa berkali kali terjadi fenomena seperti itu,artinya kita harus menunggu gelombang tabarakan ruang waktu semesta sementara yang kedua.”
     “Nia....apa kau benar benar ingin pulang..?”tanya Sandy dengan nada sedih.
     “kau benar San...ayahku pasti bingung mencari diriku yang menghilang,aku harus kembali.”ujar Nia yang duduk disebelah Sandy.
     “baiklah kalau begitu,Alex,kira kira kapan dan dimana gelombang apalah yang kau sebut tadi muncul?”tanya Sandy.
    “entahlah,setiap saat,tapi itu biasa muncul di tempat gelombang pertama muncul.”
    “baiklah,sore ini aku akan menolong Venia kembali ke keluarganya....”kata Sandy sambil bangkit dari tempat duduknya.
     “aku akan membantu...”ujar Ardhi.
     “jangan melupakanku,aku juga ikut”sahut Alex
     “kau...”
      “ya,karna kita teman bukan..?”jawab Alex.
      “teman....”Sandy tersenyum.
      Sore harinya,mereka berangkat,mereka berempat,menuju lapangan. bersepeda.sebuah persahabatan yang penuh makna yang muncul hanya dalam beberapa hari,sebuah keajaiban.
     Tiba tiba Nia di cegat din perempatan jalan oleh beberapa pemuda yang ternyata kakak kelas yang memukuli Sandy beberapa hari yang lalu.
    “hentikan...!”teriak Sandy,menghampiri Nia.
     “oh...belum kapok rupanya kau,dasar anak kuper,minta dihajar lagi rupanya.”ujar seorang kakak kelas yang memukul Sandy itu.
     “Tutup mulutmu..!aku sudah tidak lagi sendiri,aku tidaklah kurang pergaulan,aku punya sahabat..”
     Alex dan ardhi menyusul dari belakang membantu Sandy.
     “ohh...ini sahabatmu?lengkap sudah tiga pecundang saling membela...”para pemuda itu mulai mendekat bersiap melumat keempat sekawan itu.
     Hal yang tak diduga duga muncul,dari jalan kanan perempatan muncul sekelompok orang berpakaian preman,dari arah kiri permepatan muncul para geng motor,dan mereka datang untuk membantu orang yang telah membantu mereka,benar,Sandy dan teman temanya pernah menolong para geng motor dan preman,dan dari belakang muncul sekelompok anak karate yang  juga pernah di bantu Sandy.
     “hei bocah...kau tidak sendirian..”ujar seorang preman.
      Semua orang yang membela Sandy bersiap,membuat gentar kakak kelasnya,mereka akan melumat pemuda yang menghina sandy.
     “kalian..cepat pergi dari sini..!”kata anak karate,Sandy dan teman teman berterimakasih dan melanjutkan perjalananya ke lapangan.disana hujan mengguyur deras.awan hitam menyelimuti langit.Nia mulai mendekat ke lapangan diantar tiga orang temanya.
     Cahaya berkilat mulai muncul dari langit. “Ini saat yang tepat,sebentar lagi portal akan terbuka.”teriak Alex.
    Sandy berjalan mendekat ke venia,mereka sedih karena harus berpisah,mungkin untuk selamanya,venia memeluk sandy erat erat,ini adalah liburan paling berharga dalam hidub Sandy.sandy tersenyum melihat Nia yang tersenyum.
     “san...ingat,jangan mengurung diri,kau tidak perlu belajar sekeras itu,yang pertama harus kau pahami bukanlah pelajaran,tapi dirimu sendiri,tak ada orang yang kuat melawan kesepian,kau sekarang punya teman,ingat kau sekarang puya sahabat,dan aku akan selalu terhubung denganmu,dan dengan kalian..”
      “kau juga,jangan main kabur kaburan dari rumah mu,jangan membuat ayahmu risau.orang tua mu tidak membatasi keputusamu,mereka hanya mengarahkanmu ke arah yang seharusnya,kearah kebahagianmu.patuhlah pada ayahmu.”kata sandy sambil tersenyum.,petir menggelegar,sebuah cahaya dilangit sangat terang muncul,saatnya portal terbuka.sandy berjalan mundur.
     “sampai jumpa teman temanku,aku akan sangat merindukan kalian,kalian adalah orang yang paling berkesan didalam hidubku walau hanya beberapa hari bertemu...dan san...jaga dirimu...”ujar Venia yang tubuhnya mulai tersedot portal.
      “sampai jumpa Nia...jadilah anak yang penurut..”mereka melambaikan tangan mereka,sebagai tanda perpisahaan seorang sahabat.Nia masuk keportal dan kembali kedunianya,hujan mereda.sinar mentari diarah barat menerangi lapangan berumput,Sandy menangis terharu harus berpisah dengan orang paling berkesan di hatinya,begitu pula Alex dan Ardhi.mereka semua kini terpisah untuk selamanya,jarak mereka lebih dari miliaran tahun cahaya,namun hati mereka saling terhubung seperti tali yang terikat,terhubung,persahabatan tak mengenal ras,agama,dunia,jarak,Ruang dan waktu.
      Sejak saat itu,Sandy menjadi seorang yang lebih ceria dan bahagia sejak Venia mengajarinya persahabatan,Nia bagai malaikat yang diutus tuhan untuk mengajarinya arti persahabatan.dan kini sandy tak lagi kesepian,ia mempunyai dua sahabat.Ardhi dan alex,mereka bertiga kini menjadi sahabat setia dan tak akan melupakan Nia.
     Saat dikelas,Sandy sering melamun,ia sangat merindukan Nia,merindukan Senyumanya.tapi sandy tak lagi duduk sendiri di belakang,ia duduk disamping Ardhi dan alex.
     Suatu hari,seorang siswi pindahan dari SMA 7 Tarumanegara masuk ke kelas Sandy dengan tangan diperban akibat kecelakaan,namanya adalah Viona,100 % mirip dengan Venia.
     Langsung saja Sandy kaget melihatnya,ia berfikir bahwa Venia telah kembali. “tidak,lihat noda darah diperbanya,warnanya merah.dunia ini pararel,jika disini ada sandy,di bumi yang lain ada Sandy,dan jika dibumi yang lain ada Venia,dibumi ini juga ada Venia yang lain.mungkin dia adalah kembaran venia yang di bumi ini..”ujar Alex.
    “oh iya..kau benar”kata Sandy tersenyum.
     “permisi...boleh aku duduk disini..”kata Viona duduk disebelah Sandy.

TAMAT

Wrtter:Aliffiandika
Catatan:mohon dikoreksi,ditunggu komentnya.

Wednesday, January 21, 2015

SOLVERIAN'S OVA



SOLVERIAN’S
Episode Spesial - Ryan Story

Cerita ini adalah penggalan Novel dari Novel Solverian's yang berisi episode spesial, yang menceritakan pendapat Ryan dan pendapat Detektif Leviant tentang Cinta.


     Hari itu Ryan bermalam di rumah Detektif swasta yang amat terkenal di Kota Malang, Detektif konsultan Leviant Friedrich.
     Dua jenius itu berbagi sofa dan saling bercerita sembari berbagi pengetahuan Sains Deduksi. Ryan adalah Siswa SMA Tarumajaya kelas 11, dengan IQ 180, dan memiliki kemampuan Eidetic memory. Serta memiliki kemampuan logika dan deduksi tinggi, walau dia siswa SMA, tak jarang dia ikut membantu Polisi memecahkan kasus kasus sulit. Ryan sendiri adalah ketua Klub Investigasi di SMAnya.
     Sementara Leviant Friedrich, adalah seorang pemuda berusia 22 tahun, berdarah campuran Indonesia – Jerman. Leviant adalah seorang jenius dengan tercatat  memiliki IQ 200, Leviant adalah orang yang telah mengorbankan segala bentuk kehidupan dan kebutuhan Sosialnya untuk memfokuskan diri pada dunia Investigasi kriminal, dia bekerja sebagai Detektif Swasta sekaligus Detektif Konsultan (detekif yang membantu Polisi).
     Leviant hidup sendiri bersama pelayanya yang berusia 50 th bernama Pak Herman, sementara Ryan tinggal bersama Pamanya sejak kecil. Kedua anak itu memiliki banyak kesamaan, Sama sama Jenius, sama sama kesulitan dalam bergaul/ bersosialisasi, sama sama menggeluti dunia Detektif atau Dunia Investigasi kriminal. Dan kesamaan yang paling menonjol adalah keduanya memiliki kelainan yang membuat mereka jenius, Levian memiliki kelainan Asperger Syndrome, dimana penderitanya memiliki kesulitan dalam hal sosial dan komunikasi nonverbal namun memiliki kelebihan di bidang logika dan IQ. Sementara Ryan memiliki Kelainan Hyperthimesia, dimana si penderita memiliki memory autobiografi yang berlebih, dengan kata lain dia mengingat segala hal tanpa lupa sedikitpun. Dan keduanya memiliki kelainan mental yang disebut LIL (low Inhibition Laten), dimana mereka memperhatikan setiap detil dari segala hal yang pernah mereka lihat, hal tersebut membuat mereka mendapat informasi lebih saat melihat sesuatu yang biasa di lewatkan orang normal.hanya Ryan yang mampu memahami Leviant, dan sebaliknya, mereka berdua bagaikan saudara kandung.
      “kak..mari kita tes kemampuan observasi Low inhibition laten kita. Aku beri kau surat, ini adalah surat guruku, tanpa nama, bisakah kau tebak orangnya.?”Tanya Ryan menyodorkan secarik surat tulisan tangan.
     Leviant mulai mengamati tulisan tanpa nama tersebut, dan mencoba mencari informasi tentang  si penulis melalui kemamuan analisis low Inhibition Latenya. 3 menit kemudian Leviant menaruh surat.“ini mudah” katanya. “ “dia orang yang rasional, cukup obsesif dengan kebersihan dan kerapian,keras kepala tapi loyal, emosional, rambutnya disisir kebelakang, rambutnya klimis, cara berjalanya cepat dengan langkah yang lebar, orangnya optimis.orangnya cukup tua, tapi badanya sehat, otot tanganya masih bagus, dan dia guru matematika.”
      “kemampuan mu tajam seperti biasanya.”Ryan duduk bersila sambil meminum kopinya, “sekarang bisa kau jelaskan alasan kenapa kau menyimpulkan semua itu?”lanjutnya.
      “orang biasa hanya akan melihat ini surat tulisan tangan biasa tanpa nama penulis, tapi bagi kita pengidap LIL, dan dipadukan dengan ilmu grafologi, itu mudah saja untuk mengeruk informasi tentang si penulis.”kata Leviant dengan wajahnya yang selalu datar.
      “pertama, aku mengetahuinya dari bentuk tulisan tanganya miring ke kanan, artinya orang itu emosional, jarak spasi antar huruf sangat rapat, artinya dia tidak sabaran, percaya diri, optimis, orang seperti itu jalanya pasti cepat dengan langkah lebar, lalu huruf hurufnya tidak bersambung, menandakan orangnya yang cedas, rasional, berpikir sebelum bertindak, huruf bersudut tajam, dia loyal dan sedikit keras kepala, to the point, orang seperti itu kebanyak rambutnya disisir ke belakang, dan di surat ini tecium bau gel rambut merk tancho yang pupuler 30 tahun yang lalu, itu sebabnya aku berkesimpulan dia berambut klimis berusia cukup tua, tapi tekanan pada hurufnya dalam, artinya walau sudah tua tapi kemampuan dan tenaganya masih bagus, dari tulisanya tak ada huruf yang bersambung, tapi angka angka yang menunjukan tanggal bersambung khas, tulisan tangan ini juga cukup jelek, tapi tulisan angka cukup baik dan konsisten, artinya orang ini jarang menulis huruf tapi lebih sering menulis angka, dia guru matematika. Apakah ada yang salah..?”
       “Sempurna..namanya Pak Sugeng, dan memang begitulah kepribadianya serta penampilanya. Kemampuanku masih belum bisa menyamaimu Levy.”kata Ryan pada Leviant.
       “kau masih pelajar, kau masih terhalang banyak tugas, kemampuanmua masih bisa terus berkembang. aku yakin itu, karena kita punya kelainan yang sama, dunia kriminal semakin berbahaya, penjahat semakin pintar, dan orang orang tidak normal seperti kitalah yang dibutuhkan untuk mengungkap mereka.”kat Leviant dengan wajah, ekspresi, dan nada bicara yang selalu datar. “hei..boleh kutanya sesuatu..?”
      “apa..?”kata Ryan sambil meminum kopinya.
      “apa kau pernah pacaran..?”
       ‘Pfffttss….’ Ryan menyemburka kopinya. “pertanyaan macam apa itu?”
      “pertanyaan kepada remaja.”
      “ya aku tahu, tapi aneh saja jika manusia sepertimu yang mengatakanya..”
      “jawab saja..”kata Leviant mendesak.
      “tidak..”
      “pernah jatuh cinta..?”lanjut Leviant masih dengan nada datar.
      “astaga, lebih baik kau Tanya aku tentang penyebab terjadinya ledakan Big bang yang menyebabkan munculnya alam semesta 13 juta tahun yang lalu.”kata Ryan, namun Leviant masih menunggu dengan mata menyelidik. “ya…te..tentu aku pernah jatuh cinta, walau aku tidak suka bergaul, tapi aku bukan sosiopath sepertimu.”
     “ceritakan..! aku ingin tahu sejauh mana kenormalanmu..”
     “astaga..baiklah, pertanyaanmu menyiksa.”Ryan memejamkan matanya menggali memory visual dan autobiografinya, dia mundur ke 5 tahun yang lalu. “pertama kali aku suka anak perempuan yaitu saat aku kelas 6 SD, dengan anak perempuan tomboy dan cerdas namanya nisa, dan dengan pengamatanku tanpa melibatkan emosi di dalamnya, aku tahu jika dia juga demikian.”
       “lalu apa yang kau lakukan..”
        “aku tak melakukan apapun, pertama, aku masih takut waktu itu, malah dia yang mengucapkan selamat hari valanetine di 13 februari pukul 12.03 malam melalui ponsel pamanku. Itu hanya masa lalu.”
        “lalu  aku SMP kelas 2.” Ryan melanjutkan, “aku bertemu dengan gadis dengan hobi yang sama denganku, kau tahukan aku penggemar band Linkin Park dengan instrument cadas namun cerdas yang mereka ciptakan? Yah kami penyuka band yang sama, ditambah lagi kurasa dia salah satu gadis terpintar di sekolahku dulu, kami mulai berbagi info, dan pembicaraan, dan aku sadar, aku menyukainya, namun aku sama sekali tidak tertarik untuk pacaran, hal yang terpenting yang aku dapatkan saat itu adalah bukan cinta, tapi informasi bahwa aku laki laki normal.”
        “lalu saat umurku beranjak 15, aku benar benar tidak tertarik dengan hal konyol yang disebut pacaran, aku tertarik pada wanita, itu normal, tapi di usiaku yang masih remaja ini, bagiku melakukan pacaran sama saja dengan melakukan kebodohan yang akan membuat usia hidup dan akselerasi otak mudamu terbuang sia sia hanya karena gangguan emosi yang dikarenakan kegagalan mental remaja dalam mengolah perasaan suka pada lawan jenis sebab kapasitasnya yang belum sesuai atau belum matang, yang seharusnya digunakan untuk belajar , mencapai sukses, cita cita, dan membahagiakan orang tua mereka. Jadi aku hanya menggunakan otak ku untuk fokus pada tujuanku di usia muda yang hanya sekali seumur hidup, tak ada orang yang hidup muda selamana atau hidup muda dua kali.”
      “cukup normal, dan cukup baik untuk pengambilan keputusan rasional.”tanggap Leviant.
      “bagiku, di usia ini, hubungan sosial terbaik yang bisa kulakukan dengan lawan jenis adalah sahabat. dalam proses menuju kedewasaan, semua ada waktunya untuk dilakukan, secara tidak langsung, hidup sebenarnya sudah dijadwal.”Ryan menjelaskan. “bagaimana denganmu? Kau bahkan tidak pernah SMA, apa kau pernah pacaran.?”
      “ha..ha..ha..”tertawa datar dan memaksa, “apa wajahku terlihat seperti remaja baru pubertas yang tergila gila dengan kebodohan dan gangguan emosional yang disebut Cinta, yang bertentangan dengan Logika sebagai prioritas utama hidupku.”jawab Leviant. “aku tidak tertarik dengan segala macam hubungan sosial si muka bumi ini, baik itu teman, pacar, saudara, atau keluarga, aku hanya berhubungan dengan orang yang punya kepentingan sama dan menyangkut urusanku. Aku tipe manusia dengan kepribadian tunggal yang murni, 100 % mastermind, aku tidak butuh emosi, kecuali ambisi.”
      “astaga…kau memang Sosiopath laten.!”
      “tapi kau idak bisa mengingkari bahwa hidupku berguna bagi orang lain, aku telah mengungkap 1034 kasus pembunuhan, 37 kasus narkoba, 50 kasus korupsi, dan aku mengungkap kebenaran yang membebaskan 34 orang dari hukuman mati atas apa yang tidak mereka lakukan. Mungkin orang normal akan menganggapku aneh, tapi mereka tak bisa mengingkari bahwa mereka dunia membutuhkan orang sepertiku walau hanya satu dimuka bumi.”kata Leviant Friedrich sang detektif legendaris.
      “ter-se-rah” kata Ryan.
      ‘tok..tok..’ suara pintu rumah Detektif leviant diketuk seseorang.
      Leviant berjalan malas ke depan pintu dan mengintip siapa gerangan yang mengganggu obrolan 2 manusia abnormal tersebut.
      “siapa..?”Tanya Ryan pada Leviant.
      “istrimu menjemputmu..”
      “hah.?!! Apa maksudmu.?”
      ‘Bruakk…’ pintu di dobrak, seorang gadis manis seumuran Ryan berambut pendek mengenakan celana basket mendobrak masuk pintu rumah Leviant.
       “Ri….Riana..?!”kata Ryan kaget, dia juga melihat Leviant terpental karena dobrakan pintu Riana.
       “astaga Kak…maafkan aku ya, aku terburu buru, tim basket Wanita SMA Tarumajaya membutuhkan Ryan sekarang sebagai pengamat pertandingan.”Riana menghampiri Ryan, meraih tanganya dan menyeretnya keluar.
      Sementara itu Leviant masih di lantai menatap keheranan.
      “aku pinjam dulu ya kak mahluk ini, nanti aku kembalikan, maaf tentang pintu mu. Daa…” Ryan dan Riana pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Kata - Kata Kasar (The Tabooness of Profanity)

"Kok kamu ngomong kasar kayak gitu sih?" "Jaga dong mulutmu!" "Kok kowe misuhan seh?" "Why do you cursed ...