Monday, September 2, 2019
Suku kata terbuka #1
Ketika kata kata tiada cerita Sanubari ini terasa mati Di hari dimana tiada pelita Raga ini menari nari Tetapi kala matahari tiba Diri ini mulai lari dari api
Tuesday, May 15, 2018
Kapolsek Rambut
Kapolsek
“Hehhh Kamu!!”Teriakan
melengking yang ganjil dan mengerikan menusuk telinga Mahasiswa gondrong,
sebuah gunting rambut melesat melewati kepala gue. Sebuah Teror di perkuliahan.
Semua berawal Satu dekade yang lalu.
Dari SD gue pengen banget punya
rambut gondrong walau gue cowok, karena pikir gue pas SD keren aja gitu. cowok
rambut gondrong bukan berarti feminim, justru kalo diinget inget, secara
zoologis, Singa cowok memiliki rambut kepala yang panjang, sementara singa
Cewek enggak. Mungkin karena hasil seleksi alam, Singa cowok gondrong telihat
mengintimidasi dan seolah lambang kewibawaan. Sedangkan pada manusia malah
dibalik, (ya iyalah, manusia ya manusia.. hewan ya hewan.) eits..! tunggu dulu
nying! Secara biologis rambut manusia baik cewek maupun cowok keduanya mampu
tumbuh hingga hampir mencapai satu meter, tumbuh secara kontinyu. Jadi
memotongnya pendek sebenernya melawan kodrat biologis Homo sapiens. Lalu dari
mana asalnya peraturan atau norma tak tertulis yang mengatakan seharusnya cowok
itu berambut pendek, jawabanya adalah Sosial!, entah sejak kapan tapi pendapat
pribadi yang serupa kian berkembang hingga akhirnya menjadi semacam standard,
yang kalau dipikir pikir secara kritis alasanya sangat nggak logis, sangat
subjektif.
Keinginan gue buat
Gondrong terlahang sejak SD sampai SMA, karena adanya peraturan ‘retarded’ soal
kerapian, bla...bla...bla, gue gak bakal bahas peraturan Sekolah yang kayak
gitu disini (karena udah pernah gw tulis).
“Mantap, setelah lulus
akhirnya gue bisa gondrong!” ujar gue ketemen gue pas lulus SMA. Namun mimpi
itu hancur ketika gue masuk jurusan Teknik Kimia di Politeknik Negeri Wakanda (tempat
gue samarin biar gak kena masalah).
Pagi itu gue dan temen gue
lagi jalan santai di Lorong Gedung jurusan sambil Ngupil. Tiba tiba terdengar
Suara Mengerikan “Hehhh Kamu!!”sentakan seorang wanita yang seolah gelombang
suaranya menimbulkan Gelombang kejut yang
mampu menghempaskan semua molekul Oksigen Diudara dan menguraikan semua kandungan
air di udara menjadi atom Oksigen dan hidrogen secara terpisah. Membuat kami
sesak nafas dan mulut kering, bibir pecah pecah, sariawan, tenggorokan panas,
perut kembung, susah kentut, dll. Perlahan gue menoleh ke sumber suara. Bu Mariam
(namanya gue samarin).
Orangnya nunjuk gue, gue
noleh ke temen gue yang botak. Temen botak noleh ke gue.
“Iya Kamu! Yang
gondrong!”ujar Bu Mariam. Gue ambil pengaris dan ngukur panjang rambut gue,
yang ternyata panjangnya nggak sampai 20 cm, wajar aja gue nggak ngerasa
gondrong. Gue noleh lagi ke orang orang disekitar, siapa tahu bu Mariam nunjuk
orang lain.
Pas gue noleh lagi ke
depan Seketika Bu Mariam berada pas di depan muka gue, padahal tempatnya
berdiri tadi sekitar 10 meter jauhnya, saking cepetnya gerakan tiba tiba Bu
Mariam, rambut temen gue hilang terhempas terkena angin, eh temen gue emang
udah botak sih.
“Ya Elu yang gue maksud,
upil kuda!” ujar Bu Mariam sampil njambak rambut gue, mukanya serem, matanya
Melotot udah kek mau berubah jadi Kyuubi. “Senin harus Udah potong!”
“I..iya bu.”jawab gue
tegar.
“kalo masih gondrong,
Nilai lu yang gue potong!”
Sejenak gue sadar,
ternyata itu cuman khayalan gue, percakapan dengan beliau berlangsung normal
dan sedikit manusiawi, tapi tetep aja gue disuruh potong tambut.
Bagi Mahasiswa biasa, Bu Mariam
ini Dosen Killer, tapi bagi mahasiswa gondrong kayak gue, dia adalah Dosen
Serial Killer, entah berapa rambut yang udah dia mutilasi.
Gue heran dengan kuliahan
gue, setelah lulus SMA, kebanyakan Universitas memperbolehkan Mahasiswa laki
laki berambut panjang, tapi di kuliahan gue karena Politeknik, Kebanyakan
Jurusan Melarang hal tersebut, walau beberapa ada yang memperbolehkan.
Gue
nggak langsung menentang aturan atau Fuck the Rule!, enggak, gue Cuma
mempertanyakan sebuah peraturan sebelum mengikutinya. Oke lah di Jurusan Teknik
Mesin atau Sipil, nggak boleh rambut panjang alasanya untuk Safety, bayangin
pas lo praktek rambutlo masuk gir atau mesin gitu, Final Destination banget
kan? Untuk alasan itu gue setuju banget. Tapi di Jurusan gue secara Spesifik,
Teknik Kimia, alasanya apa coba? Masa alasan Safety? Praktikum di jurusan gue
kebanyakan cuman mencet mencet Tombol sama ngaduk ngaduk larutan doang.
Bahayanya ada sih, kena Larutan asam atau paling paling keracunan, tapi nggak
ada yang berhubungan dengan panjang rambut. Nggak mungkin banget gitu ada
kejadian, Mahasiswa Teknik Kimia pas mencoba memasukan larutan NaOH ke dalam
Buret tiba tiba Rambutnya yang panjang secara tidak sengaja melilit di
lehernya, mencekiknya hingga tewas, Sinetron Indosiarpun nggak sengawur itu
kalo mau mbunuh tokoh cerita. Kalaupun Alasan Safety nih, baik cowok maupun
Cewek keduanya harus berambut pendek, nggak beda bedain gender, emangnya bahaya
kalo cowok kecelakaan kerja gara gara rambut tapi oke oke aja kalo cewek yang
kena masalah gitu, NGGAK LOGIS.
Argumentasimu tentang
Safety Musnah coeg!. Akhirnya ada lagi alasan, Biar Rapih!. Rapi itu
subjektifitas persepsi manusia yang relatif dan nggak bisa diukur dengan angka,
standard sosial yang seolah berasal dari pemikiran masyarakat jahiliyah di
mesopotamia kuno. Alasan kedua ini pun Sirna. #Tekkimgondrong2019.
Ternyata nggak cuman gue
yang punya pemikiran kayak gini, pas tingkat dua, gue ketemu temen temen lain
yang sepemikiran dan ingin mengondrongkan rambutnya. Dimulailah pembentukan
Aliansi, sebuah gerakan revolusi dari dunia bawah (apaan sih anying?). gerakan
menentang penindasan hak berpenampilan. Buat cewek yang nggak ngerti perasaan
kita kek gimana, coba bayangin lu dimarah marahin Cuma karena pake make up ke
kampus, yang di make up muka lo tapi yang sewot dia, nggak ngerugiin siapapun,
itu cara lo mengekspresikan dan memperindah diri tapi dihalang halangi orang
yang sama sekali nggak punya hak buat ikut campur. Pengen bacok kan rasanya..
Ternyata nggak cuman gue
dan temen temen gue yang bikin Aliansi cowok gondrong. Dosen serial killer
itupun juga demikian, men-brainwash Dosen lain hingga terbentuk kelompok Dosen
anti Mahasiswa gondrong. Kami memanggil Bu Mariam sebagai Kapolsek, karena ia
pentolan dari gerakan Dosen Radikal anti rambut tersebut, ada Satpol PP dan ada
Polisi biasa sebagai anggotanya. Mereka bermarkas di lantai 3 Gedung ASu.
Dalam Semester ke 4 ini
gue udah kena Tilang 5 kali (razia rambut).karena kelas gue pusat pergerakan
Mahasiswa gondrong, pernah Bu Mariam mendatangi kelas gue, nggak masuk sih,
Cuma ngliatin kami dari balik pintu sambil bawa gunting, senyum mengerikan dan
tatapan mata yang bersinar dalam gelap, kek di anime anime yang karakternya
psikopat gitu.
Kami menyusun Strategi
untuk menyelamatkan Rambut kami dari Terkaman sadis Dosen Serial Killer. Anti-Stalking, sebuah teknik yang
mempelajari rutinitas seseoang kemudian digunakan untuk menghindari orang
tersebut, kami hafal jadwal Bu Mariam mengajar dan dimana Lokasi dia mengajar,
jadi kami menghindari tempat tempat angker tersebut. Membuat grub dimedia
sosial bernama “Info Cegatan POLINEWA(Politeknik Negeri Wakanda..Hu Haa!).
Kami juga mengadakan
Survey Rutin, apakah kendaraan Kapolsek ada atau enggak di parkiran, kalau ada,
berarti hari itu dia Masuk, sehingga kami dapat meningkatkan kewaspadaan ke
level Siaga. Kami Masuk gedung ASu yang pada dasarnya wilayah kekuasaan para
‘Polisi rambut’ dengan sangat berhati hati, masuk gedung dengan mata was was,
celingukan, langkah kaki perlahan, kayak Misi operasi penyergapan gitu.
“Sector Clear!” ujar gue
memasuki lantai satu yang masih aman aman saja.
“Dik awas!” ujar Dito
(nama samaran) teman gondrong gue, sebuah gunting Melayang melesat melewati
kepala gue, beberapa helai rambut tersabet.
“Nani??!!”
“he ..he..”Tawa Kapolsek
yang mengerikan terdengar dari ujung Lorong yang gelap dan sempit, sesaat
terlihat kilatan Cahaya, dia melangkah maju dengan memutar mutar gunting di
jarinya, berjalan perlahan seperti pinguin, memiringkan kepalanya dan tersenyum
sambil melotot kearah kami.
“Team Fall back!!!”ujar
Hiro (nama samaran) temen gue. Pasukan Revolusioner terpaksa mundur, karena
Kapolsek telah mengetahui rencana kami.
Friday, April 13, 2018
Mengomentari Fisik Orang Lain (Etis kah?)
Mengomentari Fisik Orang Lain
Artikel Opini kali ini berjudul “Mengomentari Fisik Orang
lain.” Tapi saya akan lebih berfokus kepada “Kenapa Orang Tersinggung saat
dikomentari soal Fisik mereka?”.
Sebenernya ini adalah hal yang sangat sangat sederhana dan
sangat mudah dipahami, tapi juga Sangat sering tidak dipedulikan oleh orang
kecuali saat mereka mengalami sendiri yang namanya dikomentari soal fisiknya.
Sebelumnya saya mohon maaf karena saya akan memberikan
beberapa contoh kasus yang mungkin tidak mengenakan bagi sebagian dari kita,
dan saya tidak punya maksud untuk menyinggung siapapun. Hanya bertujuan untuk
menjelaskan konsep ketersinggungan seseorang saat dikomentari seputar fisiknya,
dan perlukah itu? (Tersinggung dan Mengomentari).
Oke, contohnya pernah nggak sih denger atau bahkan
mengalami dikomentari “hidungmu pesek ya? nggak kayak adikmu.” Dan “Eh kamu kok
pendek sih?” atau “Kulitmu kok makin hitam?” dan juga “Kok kamu makin Gendut
aja.” Atau “Lu cungkring banget kayak orang cacingan.” Atau “kalau dilihat
lihat gigimu ada yang ompong ya?”Atau bahkan kalimatnya dibuat lebih pendek
dengan tujuan yang jelas jelas untuk menyinggung, seperti “Dasar pendek.” Atau “heh
item.” Atau “Eh Gendut” Dan faktanya semua hal yang disebutkan itu memang benar
adanya.
Lalu kenapa tersinggung? Atau kenapa orang tersebut tidak
terima dikatakan begitu walau faktanya memang demikian?
Ada yang mungkin pernah denger Quotes “jika dia tidak suka
mendengar kebenaran yang kamu ucapkan, ia pasti hidup dalam kebohongan selama
ini.” Nah, quotes itu ada benernya, TAPI khusus dalam masalah ini itu justru
bertolak belakang. Apa menurut anda orang yang anda komentari soal warna kulit,
tinggi badan atau berat badanya tidak sadar dengan realita bahwa memang mereka
begitu adanya? Tentunya mereka sangat sangat sadar dan tidak membohongi diri
sendiri, mereka secara harfiah melihat diri sendiri di depan kaca setiap hari.
Nah lalu kenapa mereka marah atau tersinggung saat orang lain mengatakan fakta
bahwa mereka seperti itu?
Pertama, Mereka
sangat sadar akan kekurangan fisik mereka, dan mereka tidak menyukainya, mereka
bahkan mungkin membencinya. Dan anda secara sengaja mengingatkanya akan
kenyataan ‘pahit’ tentang fisik mereka, yang pastinya akan membuat mereka
merasa sedih, tidak enak dan bahkan secara langsung menurunkan rasa percaya diri
mereka, pastinya hal itu membuat mereka marah karena anda telah menyinggung hal
yang sensitive bagi mereka. Misalnnya nih, si A orangnya lebih pendek dari
kebanyakan orang, saat kamu mengatakan “Kamu pendek banget ya.” Tentu saja si A
selalu sadar bahwa dia lebih pendek dari pada kebanyakan orang, dan kondisi itu
untuk si A adalah bagian dari dirinya yang tidak ia sukai, lalu apakah dengan menunjukan
fakta tersebut pada si A akan membuatnya merasa lebih baik? Tentu tidak bukan,
yang ada hanya akan memancing emosi.
Kedua, Mereka sadar akan keadaan fisik mereka, mereka
bahkan bangga dan menerimanya, tapi Komentar dan nada anda membuatnya terdengar
seperti merendahkan. Contohnya saat kamu bertemu teman yang memiliki gaya
rambut baru lalu bilang “Potongan rambutmu kok jadi gitu sih?” nah disitu si
teman bakal mikir “Hah Emang kenapa?” si teman sedikit terganggu atau bahkan
kesal bukan karena menyadari bahwa ia memiliki potongan rambut yang tidak
biasa, tapi karena ucapan si teman yang membuat seolah olah gaya rambutnya
adalah sesuatu yang rendahan.
Nah saran saya buat diri sendiri dan teman teman yang
mungkin biasa mengomentari fisik orang, lebih baik hindari atau bahkan hentikan
perbuatan atau hobi mengomentari fisik orang lain, pertama karena memang itu
tidak sopan, kedua “What is the point?” tujuanya buat apa sih? Menunjukan suatu
fakta berupa kekurangan atau penampilan fisik pada orang yang sangat3
sadar akan fakta tersebut? yang ada hanya akan membuat orang tersebut
terganggu. Dan terakhir cobalah melatih empati dan kebiasaan berpikir sebelum
bicara, ‘Perlukah saya mengucapkan hal ini pada dia? Untuk apa?’ dan coba
tempatkan diri anda di sudut pandang orang tersebut. ‘kalau saya ompong kira
kira kalau dikatain ompong marah nggak ya?’.
Selanjutnya, Saran buat teman teman yang mudah tersinggung
saat fisiknya dikomentari. Jangan keburu marah saat teman anda mengomentari
soal fisik mereka, pertama tanyakan motif mereka pada diri sendiri “apakah
tujuan mereka untuk menyakiti saya” karena seringnya tidak, kebanyakan dari
mereka tidak berniat untuk menyinggung anda, mereka hanya tidak sadar telah
menyinggung anda, mungkin kapasitas teman anda dalam berempati hanya sebatas
itu, anda harus memaklumi, jadi janganlah keburu menyimpulkan “kamu suka banget
ya bikin orang kesal.”
Semoga artikel opini ini bermanfaat bagi siapapun yang
membaca ini. Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai macam bentuk fisik,
hargailah sesama ciptaan Tuhan.
Friday, March 30, 2018
Macam macam Introvert yang saya kenal.
Introvert..
Introvert itu apa sih? Orang yang pendiam? Yang tertutup?
Apa semua Introvert seperti itu?
Apa semua orang pendiam itu sama dan sesimpel itu?
Well, banyak deskripsi dari berbagai sumber, mulai dari yang salah kaprah seperti menyamakan Introvert dengan antisosial, Pemalu, ada pula yang bilang mereka adalah orang yang berfokus pada dunia pemikiran mereka dari pada dunia luar, penyendiri, dll. dan menurut saya, deskripsi paling pas dan paling sederhana yang saya dapat dari berbagai sumber adalah:
Introvert adalah orang yang mendapatkan Energi dengan berada dalam kesendirian (Solitude), kebalikan dari Extrovert yang mendapatkan Energi dengan bersosialisasi. Yang dimaksud energi disini kurang lebih adalah keadaan dimana mood, pikiran dan tenaga fisik orang tersebut dalam keadaan yang baik atau optimal.
Analogi lainya misalnya Introvert adalah stick game atau game controller wire-less, yang artinya alat tersebut harus di isi ulang tenaganya sebelum dipakai untuk bermain. Sementara Extrovert itu seperti game controller berkabel, yang artiya alat tersebut mendapatkan energy saat bermain, selama kabelnya terhubung dengan sumber listrik.
Yah, simpelnya seperti itu, apakah kamu mengisi ulang tenagamu dengan memberi waktu untuk menyendiri sejenak, atau justru kamu mengisi ulang tenagamu dengan bersosialisasi.
Nah, sekarang balik lagi ke macam macam Introvert, introvert itu banyak sekali macamnya, sama halnya dengan extrovert. Namun masyarakat suka menyamaratakan dan membuat kesalahpahaman dengan menganggap semua introvert itu pemalu, membenci orang lain, atau bahkan antisosial (yang mana deskripsi antisosial sendiri bisa berlaku baik untuk introvert ataupun extrovert). Berikut adalah beberapa Introvert yang pernah saya temui dalam hidup saya, sejauh ini. Banyak dari mereka adalah teman, senior, keluarga bahkan Dosen atau profesor di universitas saya belajar. Oh iya saya tidak akan mengkategorikan, saya hanya menyebutkan karakter dan sifat sifat mereka yang berbeda dan unik. Serta saya menyamarkan nama mereka demi privasi mereka.
Pertama adalah teman saya Fahrul. Dia adalah Introvert yang suka menghabiskan liburanya bermain game sepanjang waktu dan maraton tv series berseason season. Untuk kebanyakan orang pasti mengenalnya sebagai pribadi yang cool, cuek atau bahkan dingin. Tapi dia tidak selalu menyendiri, dia suka dan sering hang out dengan teman temanya. Fahrul adalah tipe orang yang cerdas, berpikir cepat, Intuitif, mengatakan apa yang ada dalam pikiranya apa adanya alias blak blakan, percaya diri, Fleksibel namun kurang bisa dalam menyusun rencana atau mengorganisir sesuatu dalam hidupnya. Ia lebih suka hidup dalam spontanitas dari pada kestrukturan yang mengikat.
Orang yang kedua, sebut saja Indra. Teman saya yang satu ini adalah Introvert yang sangat rajin, pendiam, cerdas dan logis, walau kebanyakan orang yang mengedepankan logika biasanya cenderung blak blakan saat bicara tapi teman saya yang satu ini sangat sopan dan sangat menghargai serta peduli dengan orang lain. Mungkin bisa dikatakan dia salah satu orang yang rasionalitas dan empatinya seimbang. Dia juga pemikir yang dalam dan menyukai sesuatu yang Imajinatif seperti Fiksi.
Yang ketiga adalah Ryan, ada yang bilang Introvert itu adalah pemalu. Kenyataanya tidak semua orang introvert itu pemalu. Namun teman saya yang satu ini sangat pemalu dan pendiam. Tapi dia sangat religius dan sopan kepada orang lain.
Orang yang keempat adalah perempuan, sebut saja Vina. Orangnya sangat cerdas, rajin, ulet dan orang paling teliti yang saya kenal. Jauh dari kata malas. Seringnya dia terlihat cuek dan tidak begitu expresif. Tapi dia bukan orang yang selalu menyendiri, dia sering kali bergabung dengan teman temanya, yang mana juga kebanyakan introvert.
Berikutnya adalah Sindy, dia perempuan, terlihat pemalu karena suaranya yang cenderung pelan dan murah senyum, tapi sebenarnya cukup tegas dan percaya diri. Dan lagi, sangat cerdas. ia juga menggemari sesuatu yang imajinatif seperti Fiksi.
Selanjutnya juga perempuan, panggil saja Mbak Luna, ia seorang Senior saya di Organisasi yang bergerak di bidang Seni yang sempat saya bergabung beberapa waktu lalu. Ia seorang Ketua Divisi dari suatu bidang seni. Dia sangat bertanggung jawab dan murah senyum, terkesan kalem dan humoris.
Terakhir adalah seorang Dosen Teknik yang mengajar saya. Kita sebut saja Pak Arya. Pak Arya ini orang yang sangat berwawasan dan pintar (tentunya), dan penuh persiapan dalam segala hal. Pertama bertemu tak satupun dari kami (mahasiswanya) yang menduga kalau beliau adalah seorang Introvert. Dalam mengajar Beliau sangat bersemangat dan menjelaskan sangat detil, namun satu hal yang pasti, ia terlihat penuh perencanaan dan persiapan, jadi sangat jelas bagi saya bahwa semua performance nya dipersiapkan dengan matang sebelumnya, seolah setiap kata yang keluar dari mulutnya telah dipikirkan beberapa hari sebelumnya. Dan benar saja, beliau sedikit berbagi cerita pada kami bahwa ia adalah seorang Introvert, tapi beliau sangat aktif dalam kegiatan organisasi saat muda, dan juga penuh percaya diri.
Nah, itu semua kebanyakan adalah penilaian pribadi saya yang mana mungkin tidak selalu akurat, sebagian lagi adalah hasil sharing pendapat dengan mereka. Tujuan saya disini bukan untuk men-judge mereka satu persatu, tapi lebih untuk menerangkan karakter karakter unik mereka dari sudut pandang saya pribadi walau mereka semua memiliki satu kesamaan, mereka Introvert.
Itu semua bukan kesan pertama, bukan juga penilaian lompat kesimpulan. Tapi itu semua penilaian saya setelah mengenal mereka cukup lama. Benar, penilaian saya bisa saja salah karena saya tidak mungkin lebih tahu diri mereka dari pada diri mereka sendiri. Satu hal yang pasti, Introvert tidak semudah Extrovert untuk dinilai, extrovert sangat mudah dinilai karena mereka yang dengan senang hati menunjukan sifat mereka dan membicarakan tentang diri mereka. Tapi untuk Introvert, sangat tidak adil bila kita langsung menilai mereka dan melabeli mereka sebagai pemalu atau anti social pada kesan pertama bertemu, butuh pendekatan untuk bisa memahami dan mengenal mereka. Dan Introversi – Extroversi tidaklah menentukan kecerdasan seseorang, namun faktanya semua Introvert yang saya sebut diatas adalah orang orang yang sangat cerdas.
Kesimpulanya, Tidak semua Introvert itu Pemalu, ada yang sangat Percaya diri, ada tipe Introvert yang Terstruktur, penuh persiapan dan perencanaan dalam hidupnya tapi ada pula yang sangat fleksibel dan penuh spontanitas. Ada yang cenderung mengedepankan Pemikiranya ada yang cenderung mengedepankan perasaanya, dan ada pula yang cenderung imbang keduanya. Ada yang suka menyendiri, ada yang suka berinteraksi dengan teman dekatnya. Ada yang pendiam, ada yang terlihat talk-active mengenai bidang yang digelutinya.
Sebenarnya masih banyak introvert yang saya kenal, namun saya tidak begitu mengenal dekat dengan mereka sehingga tentu sangat tidak baik jika saya begitu saja mengambil kesimpulan tentang mereka.
Semoga tulisan ini bermanfaat, dan mohon maaf bila ada kata yang kurang tepat, koreksi sangat diapresiasi J.
Tuesday, February 7, 2017
INTROVERT STORY # 3 ~Kegiatan Soliter~
Source Pic; Google.com
Salah satu fakta tentang Introvert adalah mereka menyukai
kegiatan Soliter. Soliter? Maksud lo game kartu remi jadul di komputer yang
masih pake sistem operasi Windows 98? yang biasa dimainin sama om om botak di rental
komputer karena gak tahu hidup harus ngapain lagi itu?
Tepat sekali, Tepat sekali gundul anda! Bukan njir, yang
gue maksud kegiatan Soliter disini adalah kegiatan yang biasa dilakukan
sendirian. Contohnya apa? Umumnya ya seperti Menulis, Membaca, Meditasi, Main
game(offline), Mancing ikan, Mancing emosi, Uji nyali dan sebagainya.
Kegiatan kegiatan Soliter yang dilakukan Introvert jika
dilihat dari kacamata Extrovert bakal kelihatan kaytak ‘nggak ngapa ngapain.’.
banyak extrovert yang bakal mikir kalo kegiatan kayak gitu itu boring, pasif,
males,dll karena emang Cuma kelihatan duduk duduk aja
Kayak pengalaman gue selama hidup kurang lebih 19 tahun
dimuka bumi ini.
Hari itu Pukul 6.00 pagi di hari libur, gue udah didepan
PC mantengin Youtube. Emak gue yang agak extrovert udah marah marah “Dika..pagi
pagi bukanya beres beres udah duduk aja. Ibu tinggal ke pasar dulu, pokoknya
nanti sepulang dari Pasar kamar kudu rapi.”
“Hahhahaha..”Gue ketawa nonton video streaming kualitas
144p yang nge-lag karena koneksi internet yang ngadat dan modem USB gue yang
miskin kuota.
“Heh!denger nggak sih..?”tanya emak.
“Iye mak..”jawab gue. Akhirnya gue berniat untuk
membereskan kekacauan kamar gue.
Emak gue berangkat ke pasar, gue nengok ke belakang
kearah kasur gue yang bikin emak gue ngomel dari tadi. Mata gue langsung
melotot kaget, lobang hidung gue melebar selebar Stadion Gajayana, muka gue
menghitam, eh bentar.. kalo itu udah dari
dulu sih. Pokoknya gue saking kagetnya ngeliat kamar gue yang amburadul
yang dimana untuk membereskanya setidaknya secara saintifik membutuhkan waktu
11.000 tahun setara dengan perjalanan dari Bumi menuju bintang proxima centauri menggunakan Becak Mbah
Sugiono tukang becak gang 5 kenongosari – Turen.
Pertanyaan dibenak guepun muncul, sebuah problema
saintifik yang membutuhkan penalaran logika analitis serta pemahaman kognitif
yang intuitif. “gimana caranya becak mbah
Sugiono bisa menempuh perjalanan ke bintang lain?”
‘whoiiii…ngelantur
banget nih’
Oh iya kenapa gue jadi ngelantur gini nulisnya. Walau
begitu, jika Becak Mbah Sugiono ditempelkan didepan Roket NASA yang dilepas ke
luar angkasa dengan gaya dorong roket yang cukup besar, lalu melepaskanya ke
luar angkasa yang gaya gravitasi 0 tepat ke arah bintang centauri, maka sesuai
hukum Newton I, Becak akan sampai tujuan jika tak ada Gaya lain yang menghambat
gaya dorong becak.
‘Cukup Sudah..!!
mari akhir i cerita ngawur ini.!’
Oke balik ke Kamar, entah gimana caranya dengan teknik
kuno dari peradaban Sumeria gue berhasil membersihkan dan membereskan kamar gue
dengan rapi. Emak gue datengpun gue tenang tenang.
9.00 pagi, emak gue lewat depan kamar sambil ngintip
kamar gue, pantat gue tak bergeser satu mikrometerpun dari posisi awal pagi
tadi didepan PC.
12.00 siang, emak gue lewat depan jendela kamar sambil
melirik gue yang satu nano pun tak terjadi pergeseran pantat dengan kursi sejak
posisi semula.
“Astaghfirullah…begini nih kalau males, liburan seneng
seneng kek, main keluar gitu, atau bantuin beres beres. Malah tiap hari kerjanya
nggak ngapa ngapin didepan PC mulu..!”
Oke dari situ dapet deh gue gimana pandangan seorang
Ekstrovert pada orang introvert, ya mungkin Introvert lain nggak seaneh gue
sih, jadi gak papa gak setuju sama kegiatan gue yang nggak menggeser pantat
seinci pun selama berjam jam di depan PC.
Sementara dari pandangan gue, sejak pagi hari hingga
siang, udah banyak banget aktifitas yang gue lakuin, mulai dari Bikin Cerpen,
ngedit Video, bikin Desain logo,
mempelajari termodinamika melalui ebook download ilegal gue, Main
Soliter, mempelajari bahasa Spanyol secara online dan otodidak, dan ngasih
nasehat di facebook ke orang asing yang mau suicide saking depresinya dan milih
curhat di grub konseling online. Gimana bisa itu semua dibilang ‘Nggak ngapa
ngapain’?
Keesokan harinya gue joget aserehe di depan gang sambil moonwalk
di aspal jalan biar kelihatan ‘Ngapa
ngapain’ :v
Oke deh dari sini semoga udah dapet gimana gambaran
tentang kegiatan Soliter yang digemari Introvert itu kayak gimana dan bukan
berarti males atau ‘nggak ngapa ngapain’. We do something and we have fun with
our own way.
INTROVERT STORY # 2 - Innocence -
Source Pic; Pinterest.com
Gue dari kecil Terkenal pendiem, saking pendiemnya jadi
gak terkenal, nah wait a minute..
Sorry kadang kata kata gue kayak nasi campur mi instan,
susah di cerna dan bikin eek gak lancar.
Oke balik ke topik utama. Dari SD guru guru banyak yang
seneng sama gue soalnya anak pendiem kayak gue itu nggak banyak tingkah dan
gampang diatur, tahu sendiri anak SD susah diatur, sukanya mondar mandir kalo
pas diterangin sama guru. Dan dari situ banyak orang dewasa mulai ngomong
‘’Dika anaknya nurut, baik dan pendiem.’’ Dan
berlanjut ke SMP dan SMA, saat semua anak pada bercanda dengan bahasan yang penuh kepornoan, humor
humor yang kadang kelewatan gue Cuma biasa ndengerin aja sih, kecuali kalau
sama anak anak yang gue udah deket banget, gue bisa plong ngomongnya. Dan dari
semua itu hampir semua orang yang kenal gue menganggap kalo anak pendiem kayak
gue itu baik, lugu dan Polos.
Polos... ‘HA.HAHAHA..’
ketawa setan dalam hati. Gue jadi ngerasa jahat, soalnya gue nggak sebaik dan
sepolos yang orang kira.
Hanya karena gue selalu
njaga omongan bukan berarti pikiran gue gak kemana mana kayak cowok normal,
justru nih ya..gue kasih tahu, rahasia terbesar di dunia introvert, sebuah
dunia tersembunyi yang sangat sunyi dan perlahan menginvasi dunia diam
diam..heleh kayak narasi opening film underworld aja lo.
Faktanya adalah, Introvert
itu manusia paling heboh di dalam pikiranya, tapi karena Cuma pikiranya maka
dari luar gak kelihatan, kita pemikir yang dalam, memikirkan banyak hal secara
luas, diam kami menyerap informasi dari lingkungan kayak spons menyerap sisa
kuah bakso di wastafel. Nah kalo cowok ekstrovert yang agak mesum mampu
memikirkan hal vulgar dan 18 plus, bayangin..apa yang mampu dipikirkan cowok
introvert mesum dengan imajinasi tingkat tinggi dalam kesendirianya.
Nah dari situ setidaknya
udah dapet gambarankan, kalau anak pendiem itu nggak polos, ada banyak hal
tersmebunyi dalam otaknya yang kalau dia mengungkapkanya mungkin bakal bikin
orang terkejut.
Kayak humor gue pertama
masuk SMA.
‘’eh dik hayoo..Streaming
apaan..’’tanya Anto temen gue, ‘’jepang apa eropa..’’
‘’huss..ngawur, mana
mungkin gue streaming begituan..’’jawab gue
‘’haha iya iya.’’
‘buat apa streaming kalo bisa
ngopy temen.’’ Ujar gue sambil nyodorin flashdisk 16 giga ke temen hentai gue
Anto.
‘’dik..ini beneran elu..
lo nggak lagi kesurupan kan..’’ reaksi Antok mendengar secercah ke-hentai-an
gue.
Masuk kuliahpun tetep
berlanjut, saat temen gue panggil aja Ria, ngambil HP gue dan ngebuka buka
galeri, otomatis gue nggak suka privasi gue dilanggar orang ‘’Ri..balikin
nggak..’’
‘’halah bentar
doang..’’kata Ria ngeklik icon Folder.
‘’stooop...tahan disitu,
jangan ngebuka galeri..’’teriak gue sambil nyaut HP gue.
‘’njirr lebay amat lu dik,
emangnya ada apaan sih, ada video itu ya....’’tanyanya sambil pasang muka ‘tahu segalanya tapi gak bakal gue kasih
tahu lo.’
‘’haha enggak mungkinlah,
kan semalem udah gue hapus... eh keceplosan.’’
‘’ya ampun..’’Ekspresi Ria
melotot kaget kayak ngeliat penampakan kolor ijo nggak pake kolor.
Oke cukup, mungkin dari
pembaca agak sedikit kecewa mengetahui si Dika ini ternyata otak mesum..
Waiiiit... tahan, oke gue
akuin. Dan gue lurusin. Sependiem apapun cowok, kalo normal pasti sempet punya
pemikiran vulgar. Kalo enggak pasti dia Homo atau mengalami keterlambatan
pertumbuhan mental, Scientifically speaking ;v. Nah cowok normal dibagi menjadi
dua sub-spesies; pertama cowok yang mesumnya terang terangan, dan cowok yang
mesumnya disimpen sendiri dan sadar tempat untuk bicara, sadar orang – tempat –
dan waktu.
Gak usah dipikirin terlalu
dalam gue ini masuk ke sub-spesies kemesuman seperti apa hehe, tapi prinsip
gue, gue bisa ngomong kasar ataupun jorok tapi nggak ke sembarang orang, gue
usahain gak bikin orang ngerasa terganggu, lo boleh ngomong kasar atau jorok
tapi lihat tempat dan orang disekitarlo, mereka nerima nggak..keganggu nggak.. risih
nggak..nah gue disini niatnya cuman mau mengungkap kebenaran cowok, terlebih
cowok pendiem.
Peringatan buat yang
berpikir anak pendiem itu polos lugu terlebih yang berpikir ‘ah nih anak polos
bisa gue manfaatin.’ Inget ya..’NO ONE PLANS MURDER OUT LOUD.’ Lol.. bahkan
adolf hitler pun juga seorang cowok pendiem.
Kayak kata kata guru
lintas minat bahasa jepang gue pas SMA. ‘’lho jangan salah, anak pendiem
fantasynya bisa lebih menakutkan lho..’ gue Cuma tertawa terbahak bahak internally.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Kata - Kata Kasar (The Tabooness of Profanity)
"Kok kamu ngomong kasar kayak gitu sih?" "Jaga dong mulutmu!" "Kok kowe misuhan seh?" "Why do you cursed ...
-
"Kok kamu ngomong kasar kayak gitu sih?" "Jaga dong mulutmu!" "Kok kowe misuhan seh?" "Why do you cursed ...
-
Source Pic; Google.com Salah satu fakta tentang Introvert adalah mereka menyukai kegiatan Soliter. Soliter? Maksud lo gam...
-
Cerpen Fiksi ilmikah ku: habis bikin cerpen bergenre fiksi ilmiah,nyritain tentang perjalanan ruang dan waktu seorang astronot yang ter...




